CARI Malay Forums

 Forgot Pass?
 Register

Facebook Login

Login by Facebook

Forum : Gosip |  Hiburan |  Isu Semasa & Politik |  Peristiwa |  Lawak & Santai |  Sukan |  Informasi |  Kesihatan |  Soal Jawab Agama |  Negeri & Negara
Wanita & Lelaki |  Cinta & Perhubungan |  Belia & Pengetahuan |  Komputer & Internet |  Hobi |  Buku & Penulisan |  Koleksi Gambar
English Channel |  தமிழ் மக்கள் |  Jual/Beli |  Maklum Balas |  CARI Rasmi |  Cari Contest
123Next
Return Post new threads
Show: 14000|Reply: 68

KERAJAAN MAJAPAHIT (Majapahit Imperium)

[Copy link]

Rank: 8Rank: 8

Post on 17-2-2007 10:40 PM |All posts

To get Malaysia's most comprehensive information, news, life sharing here!
Register as a CARI member NOW!

Register Login or Facebook Login

Sumber-sumberSejarah. Kitab
1

View rating log

Reply

Props Report

Rank: 8Rank: 8

Post on 17-2-2007 10:50 PM |All posts
Untukmenambah pemahaman Anda, tentang daerah kekuasaan Majapahit simaklah petakekuasaan Majapahit berikut.


http://file:///C:/DOCUME%7E1/Windows/LOCALS%7E1/Temp/msoclip1/01/clip_image001.gif

SetelahAnda menyimak gambar tersebut, tentu dalam pikiran Anda terlintas bahwaGajah Mada berhasil mewujudkan sumpahnya. Wilayah kekuasaan Majapahit hampirmeliputi seluruh wilayah nusantara, bahkan Semenanjung Malaya juga berhasildikuasai Majapahit.


Memangbenar apa yang dicita-citakan oleh Gaja Mada melalui sumpahnya dapat terlaksanakecuali kerajaan Pajajaran (Sunda) yang belum dikuasainya.
Dalamrangka menguasai kerajaan Pajajaran tersebut, Gajah Mada melakukan Politikperkawinan yang berakibat terjadinya peristiwa Bubat tahun1357.



Untukmenjaga keamanan dan memelihara kesatuan daerah kekuasaannya maka Majapahit memperkuatarmada lautnya di bawah pimpinan Mpu Nala. Dan jugaberusaha menjalin persahabatan dengan negara-negaratentangga yang diistilahkan Mitrekasatata yangberarti sahabat atau sahabat sehaluan atau hidup berdampingan secara damai.


Tahun1364 Gajah Mada meninggal. Sehingga Majapahitmengalami kesulitan mencari penggantinya. Baru tiga tahun kemudian digantikanoleh Gajah Enggon.
MeninggalnyaGajah Mada sangat berpengaruh terhadap pemerintahan Hayam Wuruk, sehinggapemerintahan Hayam Wuruk mengalami kemunduran. Hayam Wuruk meninggal tahun1389. Selanjutnya tahta Majapahit diduduki oleh Wikramawardhana.


Padamasa pemerintahan Wikramawardhana (tahun 1389 - 1429) kehidupan politikMajapahit diwarnai oleh Perang Paregreg atau perang saudaraantara Wikramawardhana dengan Bhre Wirabumi.


PerangParegreg terus berkelanjutan menyebabkan bintang Majapahit semakin pudar,sehingga banyak daerah-daeah kekuasaannya yang melepaskan diri.
Mengenairuntuhnya Majapahit ada beberapa pendapat yaitu:
  • Majapahit     runtuh tahun 1478, ketika Girindrawardhana     memisahkan diri dari Majapahit dan menamakan dirinya sebagai raja     Wilwatikta Daha Janggala Kediri. Tahun peristiwa tersebut di     tulis dalam Candrasangkala yang berbunyi Hilang     sirna kertaning bhumi
1

View rating log

Reply

Props Report

Super Moderator

Hamba Allah

Rank: 24Rank: 24Rank: 24Rank: 24Rank: 24Rank: 24

Sr Super Moderator

Post on 19-2-2007 09:44 PM |All posts

salam

Gambar tidak kelihatan la...
Pastinya Dia Yang Maha Penyayang mahu kita mengecapi rahmat & nikmatNya dlm bentuk yg sebaik mungkin..
Reply

Props Report

Rank: 10Rank: 10Rank: 10

Post on 20-2-2007 01:53 AM |All posts

Reply #3 fleurzsa's post

Hampeh! macam tengok wayang bisu la....
Damnant quod non intellegunt
Reply

Props Report

Rank: 8Rank: 8

Post on 20-2-2007 11:10 AM |All posts

BHINNEKA TUNGGAL IKA

The concept of BHINNEKA TUNGGAL IKA             is not new to Indonesian history. It can be traced back to the time             of the construction of Borobudur, when the Sailendra dynasty ruled             on the plains of Central Java in the eighth and ninth centuries. Two             hundred years later, in the Brantas Valley in East Java, King Airlangga             built a united kingdom based on this same principle.

                 

It was, however, the           14th century poet sage of Majapahit, Mpu Tantular, who is said to have           committed the phrase to writing for the first time. In his religious           poem Sutasoma, composed during the reign of King Rajasanagara (Hayam           Wuruk), Mpu Tantular expounded a doctrine of reconciliation between           the Hindu and Buddhist faiths. Such a spirit of religious tolerance           was an essential element in the foundation and security of the newly           emerging State of Majapahit, which reached the height of its power and           influence under the guiding hand of the prime minister Gajah Mada.



In more recent years,           the words of Mpu Tantular were an inspiration to the founders of the           first Independent Government of the Republic of Indonesia, and today           they are found immortalized on the national emblem.
1

View rating log

Reply

Props Report

Rank: 8Rank: 8

Post on 20-2-2007 11:16 AM |All posts

Czndi Panataran

               
          The temple complex of           Penataran, which lies about 10 kilometres to the north of Blitar,           is the largest in East Java. Known to ancient literature, as well as           to inscriptions, as Palah, this
temple appears to have undergone continuous           construction for some two and a half centuries. Its importance can be           witnessed further by the regular visits paid to it by King Hayam
Wuruk           of Majapahit,           as mentioned in the Nagarakertagama. One of the prominent buildings           in the complex, the so-called 'dated temple', was in fact built during           the king's reign.

Even though Penataran dates back to at least the reign of King      Srengga of Kediri at the end of the 12th century, the remains      which we see today are almost entirely the work of
Majapahit      architects and builders. Inscriptions discovered at the site      reveal dates equivalent to A.D.1319, 1320, 1323, 1347,1373,1375      and 1379. The very earliest date, from 1197, can
be found on      a large stone inscription standing on the south side of the main      building, while the latest were inscribed in 1415 and 1454.


1

View rating log

Reply

Props Report

Rank: 8Rank: 8

Post on 20-2-2007 11:26 AM |All posts

Trowulan - Ibukota Majapahit

file:///C:/DOCUME%7E1/Windows/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpgfile:///C:/DOCUME%7E1/Windows/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpgRaja Naga, Ikon KotaMajapahit
Nurhadi Rangkuti


SEBELUM manusia lahir dimuka bumi, alam semesta didiami oleh dewa-dewa yang tinggal di atas kahyangan,sedangkan daitya-daitya tinggal di bawah mewakili keburukan. Para dewa dandaitya selalu saja bertengkar.


PADA suatu ketika, paradewa mencari air kehidupan atau amerta. Sayangnya air kehidupan itu tersembunyidi dasar laut dan dijaga oleh sejumlah naga. Dewa Brahma memanggil para dewa dipuncak Gunung Mahameru untuk ditugaskan mengaduk laut supaya dari pusatnyakeluarlah amerta. Para daitya pun dilibatkan dalam proyek tersebut.


Konon, sebagai alatpengaduknya adalah Gunung Mandara yang diangkut para dewa ke tepi laut. DewaWisnu menjelma menjadi kura-kura yang sangat besar untuk alas Gunung Mandara,sedangkan Dewa Wasuki menjelma menjadi ular besar untuk membelit gunung itu.Kepala ular ditarik para daitya, sedangkan ekornya ditarik para dewa, makaberputarlah Gunung Mandara mengaduk air laut.


Singkat cerita, keluarlahDewa Dhanwantari, tabib kahyangan dari dalam laut. Di tangannya ia membawa guciyang berisi amerta, air dambaan para dewa.
Inilah ringkasan kisahAmertamanthana yang dipetik dari Kitab Mahabharata dari India. Amertamanthanamenceritakan terjadinya dunia ini melalui pengadukan laut susu untukmendapatkan amerta, air kehidupan.


Ikon kota


Naga atau ular besarmerupakan ikon yang sangat penting untuk menggambarkan mitologi alam semesta.Pada masa Jawa Kuno, pahatan naga sering terpahat pada tubuh yoni, miniaturbangunan candi, relief candi, dan pada bangunan candi itu sendiri. Naga yangdipahatkan itu tidak melulu tentang Amertamanthana, melainkan juga ada yangberkaitan dengan masalah kesuburan dan kepercayaan lainnya.


Naga sebagai ikon kota kunodapat dilihat pada situs kota Angkor di Kamboja. Tata letak kota itubenar-benar replika penciptaan dunia dengan cara pengadukan laut susu.


Sebelum memasuki kotaAngkor terdapat tanggul Angkor Thom. Di kanan kiri jalan-tanggul terdapat 54raksasa yang memegang seekor naga dan posisi mereka membelakangi kota. Ketikamasuk kota, yang di sebelah kiri adalah dewa-dewa kahyangan, dan di sebelahkanan dewa-dewa dunia-dunia bawah tanah.


Di tengah kota terdapatCandi Bayon sebagai gunung suci dengan pintu-pintu simetris yang berlawananarah, timur-barat dan utara-selatan. Dewa kahyangan dari pintu selatan tampakmenarik naga yang melingkar-lingkar secara simbolis di sekeliling Candi(Gunung) Bayon, untuk ditangkap pada bagian ujungnya oleh dewa-dewa neraka daridunia-dunia bawah tanah yang terdapat di pintu utara. Demikian pula halnyaantara pintu barat dan timur.


Dewa-dewa itu menariksecara bergantian, membuat Candi Bayon seperti berputar pada porosnya, simbolkegiatan mengaduk lautan kosmik, yang digambarkan dalam bentuk parit-parit air.


Situs Trowulan


Bagaimana dengan tata letakkota Majapahit di Situs Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur? KakawinNagarakretagama (khususnya pupuh VIII-XII) merupakan sumber tertulis yangpenting untuk mengetahui gambaran kota Majapahit sekitar tahun 1350.


Kota pada masa itu bukanlahkota dalam arti kota modern, demikian pernyataan Pigeaud (1962), ahli sejarahbangsa Belanda, dalam kajiannya terhadap Nagarakretagama yang ditulis oleh MpuPrapanca. Ia menyimpulkan, Majapahit bukan kota yang dikelilingi tembok,melainkan sebuah kompleks permukiman besar yang meliputi sejumlah kompleks yanglebih kecil, satu sama lain dipisahkan oleh lapangan terbuka. Tanah-tanahlapang digunakan untuk kepentingan publik, seperti pasar dan tempat-tempatpertemuan.


Maclaine Pont (1924-1926), seorang arsitek Belanda, cobamenghubungkan gambaran kota Majapahit yang tercatat dalam Nagarakretagamadengan peninggalan situs arkeologi di daerah Trowulan. Dengan kitab di tangankiri dan cetok di tangan kanan, ia menggali Situs Trowulan. Hasilnya adalahsebuah sketsa tata kota Majapahit, setelah dipadukan dengan bangunan-bangunanpurbakala yang terdapat di Situs Trowulan. Bentang kota Majapahit digambarkandalam bentuk jaringan jalan dan tembok keliling yang membentuk blok-blok empatpersegi.


Pada tahun 1981 keberadaankanal-kanal dan waduk-waduk di Situs Trowulan semakin pasti diketahui melaluistudi foto udara yang ditunjang oleh pengamatan di lapangan dengan pendugaangeoelektrik dan geomagnetik. Hasil penelitian kerja sama Badan KoordinasiSurvey dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) dengan Ditlinbinjarah, UGM, ITB,dan Lapan itu diketahui bahwa Situs Trowulan berada di ujung kipas aluvialvulkanik yang sangat luas, memiliki permukaan tanah yang landai dan baik sekalibagi tata guna tanah (Karina Arifin, 1983). Waduk-waduk Baureno, Kumitir,Domas, Kraton, Kedungwulan, Temon, dan kolam-kolam buatan seperti Segaran,Balong Dowo, dan Balong Bunder, yang semuanya terdapat di Situs Trowulan,letaknya dekat dengan pangkal kipas aluvial Jatirejo.


Melalui pengamatan fotoudara inframerah, ternyata di Situs Trowulan dan sekitarnya terlihat adanyajalur-jalur yang berpotongan tegak lurus dengan orientasi utara-selatan dantimur-barat. Jalur-jalur yang membujur timur-barat terdiri atas 8 jalur,sedangkan jalur-jalur yang melintang utara-selatan terdiri atas 6 jalur. Selainjalur-jalur yang bersilangan tegak lurus, ditemukan pula dua jalur yang agakmenyerong.


"Berdasarkan ujilapangan pada jalur-jalur dari foto udara, ternyata jalur-jalur tersebut adalahkanal-kanal, sebagian masih ditemukan tembok penguat tepi kanal dari susunanbata," ujar Karina Arifin.


Lebar kanal-kanal berkisar35-45 meter. Kanal yang terpendek panjangnya 146 meter, yaitu jalur yangmelintang utara-selatan yang terletak di daerah Pesantren, sedangkan kanal yangterpanjang adalah kanal yang berhulu di sebelah timur di daerah Candi Tikus danberakhir di Kali Gunting (di Dukuh Pandean) di daerah baratnya. Kanal inipanjangnya sekitar 5 kilometer.


Hal yang menarik, sebagianbesar situs-situs di Trowulan dikelilingi oleh kanal-kanal yang salingberpotongan, membentuk sebuah denah segi empat yang luas, dibagi lagi olehbeberapa bidang segi empat yang lebih kecil.
1

View rating log

Reply

Props Report

Rank: 8Rank: 8

Post on 20-2-2007 11:28 AM |All posts


Raja naga dipinggir kota


Di luar area kanal masihterdapat situs-situs hunian dan bangunan suci lainnya yang bersifat Hindu danBuddha. Yang mencurigakan, dari situs-situs tersebut ada tiga situs yangmemiliki yoni kerajaan dan penempatannya mengikuti arah mata angin. Ketiga yonimemiliki pahatan kepala raja naga dengan hiasan yang raya. Masing-masing yonikerajaan itu berada di dalam lingkungan kompleks bangunan keagamaan yang kinitelah rata dengan tanah.


Kompleks bangunan yangterdapat di bagian timur laut kota Majapahit adalah Situs Klinterejo, terletakdi Kecamatan Sooko, Mojokerto. Penggalian arkeologis di situs ini memberikangaris besar tata ruang sebuah kompleks bangunan yang memanjang barat-timur.Pada bagian barat berdiri bangunan besar dengan umpak-umpak besar dan di bagiantimur merupakan bangunan sakral tempat yoni itu berada.


Kompleks bangunan yangberada di bagian tenggara kota adalah Situs Lebakjabung, terletak di KecamatanJatirejo. Jaraknya sekitar 11 kilometer di sebelah selatan Klinterejo.


Hasil ekskavasi yangdilakukan Balai Arkeologi Yogyakarta, tahun 2002, menunjukkan adanya kompleksbangunan yang terdiri atas tiga halaman. Halaman paling barat adalah bangunan-bangunanberumpak batu, semacam bangunan balai atau pendopo, seperti halnya diKlinterejo.


Pada halaman tengahterdapat sisa-sisa bangunan bata, dan halaman bagian timur berdiribangunan-bangunan bata, di mana yoni naga ditempatkan. Tampaknya kompleksbangunan di Lebakjabung dan Klinterejo mengingatkan kita pada kompleks bangunanpura di Bali yang memiliki pola tiga halaman: jaba, tengah, dan jero.
Kompleks bangunan yangberada di bagian barat daya kota terdapat di wilayah Kabupaten Jombang,tepatnya di Dusun Sedah, Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno. Jaraknya sekitar 9kilometer di sebelah barat Situs Lebakjabung. Bangunannya sendiri sudah lenyap,kini telah menjadi lahan persawahan. Yang mencolok mata, di tengah sawahteronggok yoni nagaraja yang terbesar dimiliki oleh Kerajaan Majapahit.


Kompleks bangunan di bagianbarat laut diperkirakan terdapat di wilayah Jombang juga, tepatnya di DusunTugu dan Dusun Badas, Kecamatan Sumobito. Di lokasi ini tersebar beberapastruktur bata, tetapi belum dilakukan penggalian secara intensif. Sayangnyapula, sejauh penelusuran di lapangan, tidak ditemukan yoni kerajaan berpahatnagaraja, kecuali sebuah yoni kecil polos dan sederhana, yang ditemukan di tepijalur rel kereta api, setelah beberapa kali dipindahkan penduduk.
Ditemukannya yoni berhiasnagaraja di tiga penjuru mata angin, yaitu di timur laut (Klinterejo), tenggara(Lebakjabung), dan barat daya (Sedah), serta dikaitkan dengan kanal-kanal dankolam-kolam yang terdapat di bagian dalam kota Majapahit di Situs Trowulan,mungkinkah tata letak bekas kota Majapahit itu melambangkan kisahAmertamanthana?


Boleh jadi juga nagarajaMajapahit yang terpahat pada tubuh yoni melambangkan kesuburan KerajaanMajapahit sebagai kerajaan agraris. Umumnya yoni berpasangan dengan lingga,yang melambangkan Dewa Siwa (lingga) dan istrinya (yoni) sebagai lambangkesuburan. Raja naga seolah menjadi ikon kota Majapahit yang luasnya 11 x 9kilometer itu.


Nurhadi Rangkuti Penelitidi Balai Arkeologi Yogyakarta
Reply

Props Report

Rank: 10Rank: 10Rank: 10

Post on 20-2-2007 11:48 AM |All posts

Reply #1 jf_pratama's post

Thanks jf_pratama for the nice postings. Sejarah Majapahit  klasik adalah warisan yang mencerminkan ujudnya peradaban di Nusantara setanding dengan di India dan Cina disaat itu.
Damnant quod non intellegunt
Reply

Props Report

Rank: 8Rank: 8

Post on 20-2-2007 01:35 PM |All posts

Mahapatih Gajah Mada

MAHAPATIHGAJAH MADA
Kesabaran Sang Pemersatu

Pipil lahir pada tahun 1300 di lereng pegunungan Kawi -Arjuna, daerah yang kini dikenal sebagai kota Malang (Jawa Timur).  Sejakkecil, Pipil sudah menunjukkan kepribadian yang baik, kuat dan tangkas.Kecerdasannya telah menarik hati seorang patih Majapahit yang kemudianmengangkatnya menjadi anak didiknya, bahkan di kemudian waktu jugamenjodohkannya dengan putrinya sendiri yang bernama Ni Gusti Ayu Bebed untukmenjadi istri. Beranjak dewasa, Pipil yang kemudian lebih dikenal dengan namaGajah Mada terus menanjak karirnya hingga menjadi Kepala (bekel) Bhayangkara(pasukan khusus pengawal raja).


Pada 1334, Ratu Putri Sri TribhuanatunggadewiMaharajasa Jayawisnuwardhani melantik Gajah Mada sebagai MahapatihAmangkubumi menggantikan Arya Tadah yang pensiun. Dan pada momentum inilah,Sang Mahapatih mengucapkan janji baktinya sambil mengacungkan kerisnya bernamaSurya Panuluh yang sebelumnya adalah milik Dyah Kertarajasa Jayawardhana, RajaPendiri Kerajaan Majapahit:


Lamun huwus kalah Nusantara ingsun a-muktipala-pa, lamun kalah Gurun, ring Seram, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang,Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana ingsun a-mukti pala-pa.
(Setelah tunduk Nusantara, aku akan beristirahat. Setelahtunduk Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang,Tumasik, barulah aku beristirahat
1

View rating log

Reply

Props Report

Rank: 10Rank: 10Rank: 10

Post on 20-2-2007 01:59 PM |All posts

Reply #10 jf_pratama's post

Saya mengalu-alukan sumbangan anda pada situs ini. Saya akui memang kurang arif tentang sejarah klasik Indonesia. Mohon agar dapat belajar dari anda.
Satu perkara yang saya ingin tahu ia lah tentang Hayam Wuruk yang terkenal itu sehinggakan menteri mentor Singapura, Lee Kuan Yew, pun menjadi peminatnya. Silakan.:hmm:
Damnant quod non intellegunt
Reply

Props Report

Rank: 10Rank: 10Rank: 10

Post on 20-2-2007 02:44 PM |All posts

Reply #11 thamrong's post

Bhinneka Tunggal Ika

The Indonesian national motto. Clarion call for national unity. Bhinneka Tunggal Ika  is Old Javanese and is often loosely translated as 'Unity in Diversity' but literally it means '(Although) in pieces, yet One'.

This is a quotation from an Old Javanese poem kakawin Sutasoma, written by Mpu Tantular during the reign of the Majapahit empire somewhere in the 14th century. Kakawin or Kawya, are epic poems written in Indian metres.

This poem is notable as it promotes tolerance between Hindus (Shivaites) and Buddhists.

The full stanza reads as follows:

Rwneka dhtu winuwus Buddha Wiswa,
Bhinnki rakwa ring apan kena parwanosen,
Mangka ng Jinatwa kalawan Siwatatwa tunggal,
Bhinnka tunggal ika tan hana dharma mangrwa.

Translation

It is said that the well-known Buddha and Shiva are two different substances.
They are indeed different, yet how is it possible to recognise their difference in a glance,
since the truth of Jina (Buddha) and the truth of Shiva is one.
They are indeed different, but they are of the same kind, as there is no duality in Truth.

This translation is based, with minor adaptations, on the critical text edition by Dr. Soewito Santoso.

Mystical indeed!
1

View rating log

Damnant quod non intellegunt
Reply

Props Report

Rank: 4

Post on 27-2-2007 02:22 AM |All posts

Reply #11 thamrong's post

Pak Thamrong kalau bapak ingin tau lebih banyak tentang Majapahit dan Rajanya sila le main kesini......................... http://www.asiafinest.com/forum/index.php?showtopic=92730
Bhinneka Tunggal Ika
Reply

Props Report

Rank: 10Rank: 10Rank: 10

Post on 28-2-2007 11:38 AM |All posts

Reply #13 Badak-Jawa's post

Muchos Gracias Sinor Badak.
Akan saya laryari situs itu.
Damnant quod non intellegunt
Reply

Props Report

Rank: 8Rank: 8

Post on 14-4-2007 11:37 PM |All posts
Langit Kresna Hariadi: Gajah Mada


Membacanovel fiksi sejarah karya Langit Kresna Hariadi berjudul Gajah Mada sepertimelanjutkan cerita di Tutur Tinular tersebut. Setting pada novel ini adalahpemerintahan Jayanegara yang dikudeta oleh Ra Kuti. Ra Kuti adalahsebutan/singkatan dari Rakrian Kuti, sebuah anugerah dari Prabu Jayanegaramenjadikan namanya menjadi Rakrian Dharma Putra Winehsuka.

Dikisahkanpada jaman ini Gajah Mada masih seorang bekel, sebuah pangkatketentaraan di bawah senopati. Dengan pangkat tersebut Gajahmada mendudukijabatan pimpinan bayangkara, sebuah pasukan khusus yang melindungi istana, rajadan keluarganya.

Selukbeluk kelicikan Ra Kuti di novel ini mengingatkan saya akan tokoh Ramapati dankelicikan Rawedeng dalam memberontak, bermuka dua beserta segala kelicikannya.Dengan menghasut beberapa temenggung dan beberapa panglima kesatrian Ra Kutimenggulingkan Jayanegara, namun atas kecerdikan Gajah Mada dan bantuan PatihArya Tadah sang raja dan keluarganya berhasil diselamatkan oleh Gajah Mada danbayangkaranya, dan terpaksa diungsikan dari istana, istana Bale Manguntur diMojokerto.

Isinovel kemudian mengisahkan kepiawaian Gajah Mada dalam memimpin bayangkaranya,meloloskan dan mengungsikan Prabu Jayanegara, mendeskripsikan hancurnya tatananpemerintahan dan masyarakat, mengisahkan dendam kebencian Ra Kuti kepada GajahMada dan Jayanegera, serta intrik bayangkara disusupi pengkhianatan yang cukupmerepotkan Gajah Mada.

Penulisdengan lancar menceritakan alur kejadian, penuh dengan kosakata kemiliteranpada waktu itu, seperti deskripsi istana, struktur kemiliteran, persenjataandan taktik perang seperti brubuh, cakrabyuha, diradameta, supit urang danbanyak lagi. Buku ini disarankan untuk dibaca oleh Brigjen (purnawirawan) H. M.Lintang Waluyo atas faktor-faktor sistem kemiliteran yang diangkat oleh sangpenulis.

Bagaimanaakhir cerita novel ini? Berhasilkah Gajah Mada dan bayangkaranya mengembalikankekuasaan Majapahit kepada Jayanegara? Sebuah novel fiksi sejarah yang takkalah menarik dari Arok Dedes dan Arus Balik-nya Pramoedya Ananta Toer.

Update

Mencaribuku ini di web ternyata nggak ada, berikut infonya KDT-nya:
Gajahmada/LangitKresna Hariadi
CetakanI
1

View rating log

Reply

Props Report

Rank: 8Rank: 8

Post on 15-4-2007 12:14 PM |All posts
Gajah Mada:Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara


LangitKresna Hariadi (LKH) melalui penerbit Tiga Serangkai kembali meneruskan kisah Gajah Mada denganjudul Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara, setebal 508 halaman. Plusbonus sebuah gambar berukuran A2 berisi lanskap istana Majapahit.

Dalampengantarnya LKH menuturkan dalam buku pertamanya ada beberapa kesalahan dankecacatan yang cukup mengganggu yang bersifat menyimpang dari sejarah. LKHmenulis kisah Gajah Mada dari catatan-catatan kitab Negarakertagama, Pararaton,prasasti Sukamrta, prasasti Balawi dan bukti sejarah lainnya.

Bagaskara Manjer Kawuryan?Siapakah orang yang mencoba bermain-main denganku menggunakan nama yangsemestinya terkubur bersama kematian Ra Tanca?
1

View rating log

Reply

Props Report

Superior

EVO7 Limited Edition

Rank: 17Rank: 17Rank: 17Rank: 17Rank: 17

Post on 17-4-2007 10:03 AM |All posts
Imperium ????
Reply

Props Report

Rank: 5Rank: 5

Post on 17-4-2007 10:08 AM |All posts
gmbar x nmpak la
pe pun tq la kasi i baca
Want Manual Service Yamaha 135LC??
PM me!
Reply

Props Report

Rank: 8Rank: 8

Post on 18-4-2007 08:43 PM |All posts
Gajah Mada: Hamukti Palapa

Kisah Gajah Mada kali ini merupakan rangkaian kejadian semenjak Majapahitdipimpin oleh dua ratu, Dyah Wiyat dan Sri Gitarja yang diangkat memimpinMajapahit karena Jayanegara tidak meninggalkan keturunan lelaki yang bisadiangkat menjadi putra mahkota.

Ada sebuah hal penting yangharus kau kerjakan. Bantulah aku untuk mencuri dua buah benda pusaka penting diistana Majapahit, masing-masing Cihna Nagara Gringsing Lobheng Lewih Laka danSongsong Udan Riwis.

Adalahpesan tersebut yang diterima Branjang Ratus, putra Ki Buyut Padmaguna, saatmenghadap bibinya, Sri Yenda, atas permintaan Ki Buyut. Kedua benda tersebutadalah pusaka negara Majapahit yang digunakan dalam menobatkan raja-rajapendahulu Majapahit, Raden Wijaya dan kemudian Jayanegara, serta kedua Ratutersebut.

Majapahitkemudian dilanda bencana alam. Gunung Kampud meletus disertai gempa dalamkeadaan musim panas yang kering kerontang. Di saat itulah istana Majapahitgeger karena dimasuki maling. Kedua pusaka tersebut hilang dicuri,mempermalukan Gajah Enggon sebagai Senopati Bhayangkara, pimpinan pasukankhusus, serta Gajah Mada sebagai Patih yang harus bertanggung jawab kepadaMahapatih Arya Tadah dan kedua Ratu Majapahit.

GajahEnggon meletakkan jabatan dan atas petunjuk Ibu Suri Gayatri Gajah Enggonmencari jejak pencuri kedua pusaka tersebut ke Hujung Galuh membuntuti jejakhujan, sekaligus sebuah pesan pribadi bahwa hidup Gajah Enggon akan bermula disana. Sebuah petunjuk yang aneh bagi prajurit Bhayangkara tersebut. Denganbantuan Pradhabasu, mantan Bhayangkara yang telah kembali menjadi pendudukbiasa di buku sebelumnya berangkatlah mereka ke pelabuhan yang sekarang menjadikota Surabaya.

Di saatyang sama Majapahit dilanda kericuhan, lima orang berkuda membakar-bakar rumahpenduduk. Aksi tersebut sulit diatasi oleh para prajurit dan Bhayangkara, namunGajah Mada merasa itu adalah sebuah taktik dari perusuh agar pasukan menyebarkeluar istana. Gajah Mada masih memikirkan kembalinya pencuri tersebut keistana atas petunjuk Ibu Suri Gayatri. Kelima orang perusuh tersebut sempatdijumpai Gajah Enggon dan Pradhabasu, namun tugas dan kepentingannya memburupencuri pusaka negara ke Hujung Galuh tak membuat mereka kembali ke Majapahitmeskipun dengan rasa penasaran yang tinggi bahwa merekalah pencuri tersebut.

Prajuritistana dan Bhayangkara menjaga rapat istana, namun seperti pada pencuriansebelumnya berhasil lolos memasuki gudang pusaka karena ilmu sirep yang membuatkantuk seisi istana. Penjagaan yang ketat dan pagar betis yang rapat setelahmaling tersebut masuk ke dalam gudang pusaka juga masih membuat pencuritersebut lolos dengan bantuan kabut yang sangat tebal di malam hari. Kabuthilang bersamaan dengan hilangnya mahkota raja beserta Ibu Suri Gayatri. Namunkemudian biksuni Gayatri kembali lagi, membuat segudang pertanyaan bagi GajahMada. Atas pertemuan singkat di keputren Gajah Mada menyimpulkan usaha makardan kudeta dari seseorang yang mencuri benda-benda pusaka tersebut, di manabenda-benda pusaka tersebut biasa digunakan dalam menobatkan seorang raja yangnaik tahta.

Keta danSadeng adalah dua wilayah yang dicurigai Gajah Mada. Kedua wilayah ini sudahdua kali tidak hadir dalam pasewakan (pertemuan tahunan) di alun-alunBubat. Pasewakan adalah pertemuan tahunan para raja di bawah bendera Majapahit.Pasewakan kali ini diadakan dengan menggelar latihan perang bersama dariseluruh kesatuan, termasuk simulasi gelar perang taktik baru, yaitu Bayu Bajra.Salah satu utusan yang hadir adalah rombongan kerajaan Swarnabhumi (Palembang/Sumatra)yang berlabuh di Hujung Galuh, membawa puluhan kapal besar yang baru pertamakali dilihat Majapahit, dan Aditiawarman yang masih kerabat keluargaMajapahit
1

View rating log

Reply

Props Report

Rank: 13Rank: 13Rank: 13Rank: 13

Post on 18-4-2007 10:27 PM |All posts
Errrr.....kenapa tiada orang India kat jawa? Orang gaji aku from Jawa cakap, first time dia jumpa orang India ialah di Malaysia. Dulu kan kuat Hindu kat sana, siap ada pendeta dari India tinggal kat sana.
Reply

Props Report

Rank: 8Rank: 8

Post on 19-4-2007 11:24 PM |All posts
Gajah Mada: Madakaripura Hamukti Moksa

Biarlah orang mengenangku hanya sebagai Gajah Mada yang tanpa asal-usul, tak diketahui siapa orang tuanya, tak diketahui di mana kuburnya, dan tak diketahui anak turunnya. Biarlah Gajah Mada hilang lenyap, moksa tidak diketahui jejak telapak kakinya, murca berubah bentuk menjadi udara.

Satu pertanyaan tentang Gajah Mada adalah kemana ia selepas Perang Bubat. Tak ada cerita menarik yang kita dapatkan di kolong bangku sekolah dulu. Sang guru pun tak ada yang mengemukakan teori yang menarik. Spekulasi pun tak ada. Yang terdengar hanya mungkin ini, mungkin itu, mungkin iti atau mungkin inu. Tidak ada arahan agar siswa membuat konklusi pribadi atau sekadar membuat penasaran. Padahal dalam sejarah yang catatannya kurang justru siswa harus dilatih untuk membuat kesimpulan sendiri, melatih metodologi dan imajinasi.

Buku kelima karya Langit Kresna Hariadi ini berada pada selepas Perang Bubat hingga setahun kemudian. Mengisahkan bagaimana Majapahit menyelesaikan permasalahan tersebut, ke mana perginya Gajah Mada, dan berbagai penyelesaian cerita dari tokoh-tokoh fiktif yang saling berkaitan, juga termasuk spekulasi aksi dari pihak istana Surawisesa dari Kawali.

Semua cerita dan tokoh terkait dari sejak buku pertamanya. Ada banyak nama yang harus diingat-ingat dari buku-buku sebelumnya ditambah kejutan plot cerita tiap tokoh-tokohnya.Sejak tragedi Perang Bubat, Majapahit mengalami kekacauan, terancam disintegrasi antara pihak yang berkubu kepada Gajah Mada dengan yang membenci karena Gajah Mada dianggap sebagai orang yang bertanggung jawab karena membiarkan pembunuhan itu terjadi. Ancaman juga datang dari pihak oportunis dalam struktur kerajaan.

Ancaman fisik pun terjadi dengan tumpah ruahnya pasukan ke istana kepatihan.Macan Liwung sebagai senior Bhayangkara yang tinggal sedikit mendapat titah untuk membereskan keadaan. Panca Prabu, sebuah dewan pertimbangan saat itu, memutuskan Gajah Mada dicopot dari jabatannya, dan pembacaan keputusan tersebut diserahkan kepada Kuda Swabaya, anaknya Pradhabasu yang sudah lama undur diri dari keprajuritan Bhayangkara. Selain itu Kuda Swabaya naik jabatan menjadi senopati yang membuat pertanyaan besar bagi banyak pihak.Gajah Mada pergi meninggalkan istana dengan hanya disaksikan oleh rekan-rekan bhayangkaranya. Pergi menuju tempat impiannya di Tongas, untuk menyepi dan menjadi rakyat biasa.Hayam Wuruk kemudian mengirim utusan ke Kawali untuk meminta maaf, diwakili oleh dua utusan yang tepat, yaitu Dang Acarya Nadendra (nama samaran Empu Prapanca dalam kitab Negarakretagama) dan Dang Acarya Smaranatha sebagai pemuka agama.

Berita yang dibawa utusan ke Kawali tersebut menyimpulkan Macan Liwung harus berhati-hati terhadap kemungkinan upaya balas dendam dari pihak Sunda Galuh, selain tetap melakukan penyelidikan siapa yang oportunis ikut mengacaukan keadaan.Hyang Bunisora langsung mengambil alih kerajaan Galuh saat menerima utusan Majapahit, karena Niskala Wastukancana masih remaja dikhawatirkan belum saatnya memegang pimpinan kerajaan di Kawali tersebut. Duka cita kepada Linggabuana, Rara Linsing dan Dyah Pitaloka menyelimuti negeri. Linggabuana pun menjadi sosok bagi rakyatnya, sehingga disebut Siliwangi.

Secara flashback diceritakan ada dendam dari abdi kerajaan Galuh. Melalui restu Bunisora orang tersebut dilepas untuk pergi ke Majapahit, menuntut balas dendam kepada Gajah Mada melalui gerilya dan penyamaran, sebab tak mungkin pihak kerajaan membalas dendam dengan berperang terbuka, juga adab dan budaya kerajaan Sunda Galuh tidaklah seperti itu.

Gajah Mada yang melakukan perjalanan ke timur menemukan kondisi awal runtuhnya kesatuan Nusantara yang ia bangun. Herannya ia mendengar kata Islam, juga menemukan kesatuan prajurit yang jauh dari kotaraja mulai menjadi maling bagi rakyatnya. Mendekati tempat tujuannya Gajah Mada menemukan lagi perpecahan antar dua wilayah kabuyutan, namun bisa diredakan meski sudah tak menjabat mahapatih lagi. Bahkan dua wilayah yang bentrok tersebut akhirnya ikut membangun tempat yang menjadi pilihan Gajah Mada menyendiri menjadi rakyat biasa.Kuda Swabaya yang telah menjadi senopati akhirnya memutuskan ikut berperang bersama Laksamana Nala, karena ketersinggungannya kepada semua orang, termasuk ayahnya, Pradhabasu. Pradabhasu menganggap anaknya belum cocok menyandang gelar senopati, tak pernah ikut berperang meski memang mendapat tugas membacakan pemecatan Gajah Mada adalah tugas yang sulit. Selain itu Kuda Swabaya yang hendak menikah dengan Prabasiwi, seorang emban Dyah Wiyat, namun ayahnya pun merasa tak setuju sebab pilihan Kuda Swabaya ada campur tangan Dyah Wiyat.

Selain kisah Gajah Mada yang hendak menyepi, secara paralel ada beberapa cerita di atas yang saling berkaitan satu sama lainnya, termasuk penyelesaian misteri dari buku-buku sebelumnya. Bagaimana Gajah Mada memilih moksa, siapa dalang kericuhan yang mengambil kesempatan, aksi apa yang diambil Macan Liwung dan sisa-sisa Bhayangkara wredha, bagaimana aksi balas dendam yang direncanakan abdi istana Surawisesa, apa misteri yang seharusnya diketahui Kuda Swabaya, apa tindakan Hayam Wuruk selanjutnya.

Cukup banyak, mungkin terlalu banyak karena kelima buku seri Gajah Mada ini saling berkaitan. Jika diambil settingnya pada peran Gajah Mada saja, buku kelima ini memang mengakhiri kisah hidup Gajah Mada. Namun sebagai pembaca rasanya tak puas, sebab perjalanan keruntuhan Majapahit barulah dimulakan. Mungkin LKH akan meneruskan kisah Majapahit ini dalam buku selanjutnya, Candi Murca.

***Sebagai bahan kisah Nusantara secara fiksional yang layak dibaca, ada baiknya baca juga buku dari pengarang lain sebagai lanjutan, misalnya Arus Balik karya Pramoedya Ananta Toer dalam setting masuknya Portugis dan Islam di ujung kehancuran Majapahit, kisah Cheng Ho karya Remy Sylado, atau flasback ke era awal Majapahit berdiri seperti Senopati Pamungkas, drama radio Saur Sepuh dan Tutur Tinular.
1

View rating log

Reply

Props Report

Rank: 4

Post on 20-4-2007 09:32 PM |All posts

Reply #20 WonBin's post

Entah ya, tau ngga seumur hidup gue, gue baru 3x ngliat orang india.

1. Paper

2. Bioskop

3. TV3
Bhinneka Tunggal Ika
Reply

Props Report

Rank: 8Rank: 8

Post on 20-4-2007 11:30 PM |All posts
Originally posted by WonBin at 18-4-2007 10:27 PM
Errrr.....kenapa tiada orang India kat jawa? Orang gaji aku from Jawa cakap, first time dia jumpa orang India ialah di Malaysia. Dulu kan kuat Hindu kat sana, siap ada pendeta dari India tinggal  ...


Kalo mau lihat orang India di Jakarta maka datanglah ke Pasar Baroe. Mereka umumnya punya toko tekstil atau alat-alat olahraga (sukan).
Reply

Props Report

Rank: 9Rank: 9Rank: 9

Post on 27-4-2007 04:29 PM |All posts
bukan ke org bali berasal dari suku sakat india ker?...
Reply

Props Report

Rank: 10Rank: 10Rank: 10

Post on 30-4-2007 11:46 AM |All posts
Originally posted by remizati at 27-4-2007 04:29 PM
bukan ke org bali berasal dari suku sakat india ker?...


Bukan lah ...orang bali sebenarnya adalah suku-sakat orang jawa yang beragama Hindu.
mereka adalah keturunan dari kerajaan Majapahit yang masih beragama Hidu dan menolak ajakan dari para wali songo untuk memeluk Islam. dan mereka sangat hindu bebanding dengan orang India yang beragama Hindu. sekian...
meper hardaning pancadriya

urip matiku kersaning Allah...
Reply

Props Report

123Next
Return Post new threads
You need to login first Login | Register Facebook Login

Important Notice: The views and opinions expressed on the forum or the related pages are of the owner alone, and are not endorsed by CARI, nor is CARI responsible for them. Due to the nature of the Internet forum is in real time, CARI does not, and can not censor any submission, but asks that each user use discretion and respect for other users, and does not contribute any word that is unlawful, harmful, threatening, abusive, harassing, tortious, defamatory, vulgar, obscene, libelous, invasive of another's privacy, hateful, or racially, ethnically or otherwise objectionable. CARI reserve the right to withhold and/or remove any link that might possibly hold an individual, entity or group ridicule, potential embarrassment or potential defamation. CARI also reserves the right to accept, edit and/or remove any link that is deemed inappropriate in any way.
Hosted by

Archiver|Mobile|CARI Malay Forums

GMT+8, 21-12-2014 09:52 AM , Processed in 0.723668 second(s), 40 queries , Gzip On.

Powered by Discuz!

© 2001-2012 Comsenz Inc.

Top