- Credits
- 1015
- Online Time
- 2435 Hours
- Popularity
- 83
- EXP
- 2
- Gender
- Secret
- Last Login
- 20-5-2013
- Joined
- 15-6-2006
- Posts
- 603
- Friends
- 0
- Topics
- 0
- Digests
- 0
- Integral
- 1015
- UID
- 1070201
  
- Joined
- 15-6-2006
|
Pelajar cemerlang OKU buktikan kemampuan ... 
Disability not a hindrance to academic success
Wednesday March 12, 2008
KUALA LUMPUR: Sijil Tinggi Persekolahan Malaysia (STPM) top scorer and 2006 Paralympic football player S. Saravanan would not have made it so far if not for caring Malaysians.
He was abandoned by his parents at age seven when they discovered he had spastic cerebral palsy.
But a caring sundry shop owner in Kulim, his hometown, took in the then Year Two pupil and saw him through his Sijil Pelajaran Malaysia (SPM).
After his SPM (he obtained credits for all his subjects) Saravanan, who has since lost contact with his parents, was unable to continue his studies due to lack of money and moved out to stay with a friend.
In the course of job-hunting, he called at a bakery and the owner referred him to Kamakshi Child Home in Kulim, which offered him a place and a chance to continue his studies.
Yesterday, Saravanan repaid all the kindness shown to him by scoring 2As and 3Bs to emerge the top special student in the spastic category.
The former SMK Chio Min student, who is unable to speak clearly, wrote that he was grateful to sundry shop owner Logambal, his school principal and teachers, Kamakshi programme director Dr N. Iyngkaran, and his friends for all their help.
Saravanan, who took General Paper, Bahasa Malaysia, History, Economics and Business Studies, added that he studied around five to six hours every day before the exams.
Fellow special top scorer Noor Izati Meor Samsudin, who is blind, used to think her disability was a barrier to her success.
“Then I realised that I had to work harder and persevere, |
|
|
you'll never walk alone ...
|
|
|
|
|
- Credits
- 1015
- Online Time
- 2435 Hours
- Popularity
- 83
- EXP
- 2
- Gender
- Secret
- Last Login
- 20-5-2013
- Joined
- 15-6-2006
- Posts
- 603
- Friends
- 0
- Topics
- 0
- Digests
- 0
- Integral
- 1015
- UID
- 1070201
  
- Joined
- 15-6-2006
|
|
Nation
Friday March 21, 2008
Gritty schoolgirl among Tokoh award winners
KUALA LUMPUR: Her parents had always reminded her to never give up hope and to do her best. Those words of guidance led to 16-year-old Nor Umairah Ahmad Jamhari becoming one of the five Tokoh Maulidur Rasul award winners yesterday,
Nor Umairah, who scored 8As in her PMR examination last year, is no ordinary student |
|
|
you'll never walk alone ...
|
|
|
|
|
- Credits
- 20603
- Online Time
- 8425 Hours
- Popularity
- 162
- EXP
- 48
- Gender
- Female
- Last Login
- 9-5-2013
- Joined
- 17-11-2004
- Posts
- 17423
- Friends
- 1
- Topics
- 7
- Digests
- 4
- Integral
- 20603
- UID
- 1027542
   
- Joined
- 17-11-2004
|
|
2 OKU terima anugerah Maulidur Rasul
Oleh SAIFUL HAIZAN HASAM dan SAIFULIZAM MOHAMAD
DIHARGAI... Lima tokoh Maulidur Rasul (dari kiri) Marina Ahmad, Tan Sri Dr. Yahya Tun Awang, Senator Profesor Datuk Dr. Ismail Md. Salleh, Dr. Sheikh Muszaphar Shukor Sheikh Mustapha dan Nor Umairah Ahmad Jamhari bersama piala anugerah pada Sambutan Maulidur Rasul Peringkat Kebangsaan 2008 di Stadium Putra Bukit Jalil, Kuala Lumpur, semalam. |
|
|
GetPlentyOfCalcium.BKind2UrKnees.U'llMissEmWhenThey'reGone
|
|
|
|
|
- Credits
- 61550
- Online Time
- 6325 Hours
- Popularity
- 6
- EXP
- 0
- Gender
- Female
- Last Login
- 27-3-2013
- Joined
- 21-4-2006
- Posts
- 39231
- Friends
- 0
- Topics
- 5
- Digests
- 343
- Integral
- 61550
- UID
- 1064452
    
- Joined
- 21-4-2006
|
|
OKU perlu diberi tambang percuma
Oleh Siti Nurazlinee Azmi
KUALA LUMPUR: Majlis Gabungan Orang Cacat Malaysia (MCD) berharap pengecualian tambang pengangkutan awam bagi golongan Orang Kurang Upaya (OKU) diwujudkan semula demi menjaga kestabilan ekonomi golongan berkenaan.
Ini berikutan pemansuhan tambang percuma dengan membayar separuh untuk golongan OKU oleh Rangkaian Pengangkutan Integrasi Deras Sdn Bhd (Rapid KL) bermula awal tahun ini.
Presiden MCD, Mah Hassan Omar, berkata pengangkutan awam adalah untuk semua masyarakat tetapi bagi golongan berkenaan mereka memerlukan kemudahan itu lebih daripada orang biasa.
Mah Hassan berkata, kebanyakan golongan OKU khususnya cacat penglihatan adalah pengguna tetap kemudahan pengangkutan awam milik Rapid KL termasuk bas, Putra dan Star LRT.
“Bagi OKU cacat penglihatan tidak ada cara lain untuk mereka selain menggunakan pengangkutan awam ke destinasi masing-masing.
“Jadi kekerapan penggunaan pengangkutan itu mungkin menyukarkan mereka jika ia perlu dibayar setiap kali ingin menggunakannya, |
|
|
~ ~ what does not kill me only makes me stronger ~ ~
|
|
|
|
|
- Credits
- 61550
- Online Time
- 6325 Hours
- Popularity
- 6
- EXP
- 0
- Gender
- Female
- Last Login
- 27-3-2013
- Joined
- 21-4-2006
- Posts
- 39231
- Friends
- 0
- Topics
- 5
- Digests
- 343
- Integral
- 61550
- UID
- 1064452
    
- Joined
- 21-4-2006
|
|
Saturday April 5, 2008
Treated lightly
By SHOBA MANO
Fifty years into Merdeka, and the disabled are still fighting social prejudice in order to live independently.
A disabled person is usually confined to the home or cared for by family members. Some are sent to live in institutions or private nursing homes.
With these limited options, the disabled can hardly lead a fulfilling life, and do all the things that the able-bodied take for granted.
Hence, to improve their quality of life, the Independent Living Movement began in the US, starting with the Center for Independent Living in Berkley, California in the late 1960s.

The amended Street Drainage and Building Act specifies the gradient of ramps,
but this one is just too steep
From there, the movement spread to Asia and flourished in Japan, where a government agency called the Japan International Cooperation Agency (Jica) began helping other Asian countries to implement Independent Living (IL) for the disabled.
Between 2005 and 2007, Jica worked with the Social Welfare Department in Malaysia to organise IL workshops and seminars in Kuala Lumpur. They trained at least 60 peer counsellors to provide emotional, relational, information and job-related support to other disabled.
However, most of these peer counsellors are unable to provide their services on a fulltime basis due to the lack of funding.
Peter Tan, 42, is one such peer counsellor. But thanks to a grant from Toyota Foundation of Japan, he operates the Independent Living Centre (ILC) in Kuala Lumpur on an ad hoc basis.
This ILC is one of two in Malaysia. The other is in Petaling Jaya. Unlike in Japan, the Malaysian government does not provide them with an annual grant, and hence, these peer counsellors only provide their services when they are free to do so.
“By comparison, Japan currently has 60 ILCs under the auspices of the National Council on Independent Living (NCIL) and Japan Council of Independent Living Centres (JCIL), |
|
|
~ ~ what does not kill me only makes me stronger ~ ~
|
|
|
|
|
- Credits
- 61550
- Online Time
- 6325 Hours
- Popularity
- 6
- EXP
- 0
- Gender
- Female
- Last Login
- 27-3-2013
- Joined
- 21-4-2006
- Posts
- 39231
- Friends
- 0
- Topics
- 5
- Digests
- 343
- Integral
- 61550
- UID
- 1064452
    
- Joined
- 21-4-2006
|
|
Program kemasyarakatan tingkat keyakinan kanak-kanak OKU
MEREKA mungkin dilahirkan dengan kekurangan fizikal, namun keinginan dan kehendak hati mereka tentu saja tidak berbeza dengan kanak-kanak lain serba sempurna.
Melihat senyuman serta mendengar ketawa mereka, membuatkan naluri kadangkala terfikir adakah kegembiraan yang kecapi sama seperti insan serba sempurna.
Ketawa halus Muhammad Nor Hafiz Osman, 7, ketika menyaksikan pertunjukan haiwan di Zoo Negara baru-baru ini, menggambarkan perasaan gembiranya ketika itu.
Namun, sama ada tahap kegembiraan itu sama atau tidak dengan kegembiraan kanak-kanak lain yang sempurna fizikalnya, hanya Hafiz yang tahu.
Hafiz yang mengalami masalah cerebral palsy dan terpaksa menggunakan kerusi roda bagi memudahkan pergerakannya nampak begitu leka melihat gelagat anjing laut bermain bola keranjang.
Kegembiraan Hafiz turut dikongsi bersama 16 lagi rakannya dari Pusat Pemulihan Dalam Komuniti Selayang yang mengalami masalah seperti down sindrom, autisme, lembam dan cerebral palsy.
Kanak-kanak orang kurang upaya (OKU) ini dibawa menyertai 'Program Lawatan Sehari Bersama Kanak-kanak Dari Pusat Pemulihan Dalam Komuniti Selayang Melawat Zoo Negara'.
Program hasil usaha serta sikap prihatin 39 penuntut ijazah pertama dan diploma, Fakulti Perubatan, Universiti Malaya (FPUM) itu ternyata memberi keseronokan buat kanak-kanak ini.
Pengarah projek, Shareena Bibi, berkata selain memenuhi keperluan program bagi melaksanakan projek komuniti, ia juga bertujuan memupuk kesedaran kemasyarakatan di kalangan penuntut pengajian program kejururawatan.
"Apabila kita merancang program ini, selain mewujudkan rasa kekitaan sesama penuntut, apa yang diharapkan ialah kesedaran terhadap pembabitan dalam program sukarela," katanya.
Memilih kanak-kanak OKU sebagai tumpuan, Shareena berpendapat peluang sedemikian adalah satu pendedahan terbaik buat mereka yang terdiri daripada jururawat dalam pelbagai pengkhususan. Dalam lawatan itu, setiap kanak-kanak ini dijaga seorang 'ibu angkat' terdiri daripada penuntut program. Mereka hanya diiringi dua guru dari pusat berkenaan.
Apa yang membanggakan, kesediaan ibu bapa melepaskan anak mereka di bawah jagaan 'ibu angkat' ini menunjukkan kepercayaan serta keyakinan mereka terhadap keupayaan penuntut jurusan kejururawatan.
"Ia turut membuka ruang buat jururawat ini menggunakan kemahiran mereka terutama dalam soal mendekati anak ini. Maklumlah, bukan semua 'ibu angkat' ini mengkhusus dalam pediatrik. Tetapi asas dan latihan kejururawatan serta pengalaman yang ada sebelum ini menjadi tali yang menghubung keakraban antara mereka," katanya.
Beliau turut berterima kasih kepada Zoo Negara serta beberapa individu yang terdiri daripada kalangan ahli keluarga penuntut program yang bermurah hati memberikan sumbangan khususnya cenderahati kepada setiap kanak-kanak bersama hadiah untuk pertandingan mewarna yang dijalankan beberapa hari sebelum hari lawatan.
Bagi timbalan dekan ijazah pertama dan diploma, FPUM, Prof Datin Dr Hajah Hamimah Hassan, pelaksanaan program berbentuk kemasyarakatan seumpamanya adalah satu cara dilaksanakan dalam program kejururawatan untuk menunjukkan keprihatinan jururawat terhadap masyarakat.
"Menjaga dengan penuh kasih sayang adalah tanggungjawab utama dalam kejururawatan. Sikap ini tidak hanya terhad dalam hospital, malah perlu melangkau hingga di luar hospital.
"Misalnya sikap prihatin jururawat juga perlu ditunjukkan kepada keluarga serta mereka yang berada di sekeliling pesakit," katanya sambil mengakui program itu menunjukkan bahawa tidak wujud jurang antara jururawat yang berijazah atau tidak.
"Matlamatnya tetap sama, iaitu mereka bekerja bersama-sama untuk memberi perkhidmatan kepada masyarakat," katanya.
Selain komitmen masyarakat, Hamimah turut menekankan peranan pihak kerajaan dalam menunjukkan keprihatinan terhadap kanak-kanak OKU.
"Kita akui, sebagai jururawat yang terbabit secara langsung dengan penjagaan kanak-kanak OKU, tugas mereka selain memberi penjagaan sempurna, mereka juga berperanan sebagai kumpulan yang boleh menyarankan bentuk prasarana diperlukan.
"Tetapi tugas menyediakannya mestilah daripada pihak kerajaan. Pihak yang berwajib perlu lebih bersungguh-sungguh untuk membantu golongan ini, contohnya pemberian kerusi roda untuk kanak-kanak spastik yang kita akui mahal harganya.
"Pada saya jika kita hendak buat, biar betul-betul sehingga habis seperti pembinaan laluan kerusi roda di sekolah, tempat awam hinggalah ke rumah. Memang kita tahu, ia sudah lama dibuat tetapi tidak sampai ke semua peringkat. Oleh itu saya mengharapkan pelaksanaannya dilebihkan lagi," katanya. - Bernama
---------------------------------------------------------------------------------
waahh seronok baca program yang dianjurkan untuk kanak2 disabled ini...
diharap banyak lagi program2 sebegini yang memberi peluang kepada
disabled children untuk menikmati kehidupan kalau tak dapat seperti
anak2 lain yang normal tapi close to it...
program2 begini juga akan improve their self esteem and self confidence
menghadapi masyarakat dan persekolahan.. dan kawan2 sebaya yang lain..
bukan itu saja.. program sebegini.. dapat menyedarkan kita yang normal
ini bahawa ramai anak2 yang disabled yang memerlukan kasih sayang..
dan secara tak langsung membuat kita merasa humble dan sifat ingin
menolong antara satu sama lain --
diharap banyak juga kemudahan2 dapat disediakan kepada disabled untuk
memudahkan mereka menjalani kehidupan seharian mereka...menyediakan
path easily wheelchair accessible (terutama pada yang mengalami cerebral
palsy..) - |
|
|
~ ~ what does not kill me only makes me stronger ~ ~
|
|
|
|
|
- Credits
- 1015
- Online Time
- 2435 Hours
- Popularity
- 83
- EXP
- 2
- Gender
- Secret
- Last Login
- 20-5-2013
- Joined
- 15-6-2006
- Posts
- 603
- Friends
- 0
- Topics
- 0
- Digests
- 0
- Integral
- 1015
- UID
- 1070201
  
- Joined
- 15-6-2006
|
|
sy dimaklumkan bahawa ada Jabatan Perkhidmatan Awam (JPA) telah mengeluarkan pekeliling baru
"PELAKSANAAN DASAR 1% PELUANG PEKERJAAN DALAM PERKHIDMATAN AWAM KEPADA ORANG KURANG UPAYA"
yang berkuatkuasa pada 1.4.2008.
kepada warga OKU yang masih mencari peluang pekerjaan di sektor awam, bersedia la utk mempersiapkan diri utk mengetahui prosedur2 terlebih dahulu supaya proses mencari keja di sektor awam bertambah lebih mudah ....
utk maklumat lebih lanjut, sila lawati laman web www.jpa.gov.my |
-
1
View rating log
-
|
|
you'll never walk alone ...
|
|
|
|
|
- Credits
- 61550
- Online Time
- 6325 Hours
- Popularity
- 6
- EXP
- 0
- Gender
- Female
- Last Login
- 27-3-2013
- Joined
- 21-4-2006
- Posts
- 39231
- Friends
- 0
- Topics
- 5
- Digests
- 343
- Integral
- 61550
- UID
- 1064452
    
- Joined
- 21-4-2006
|
Pengambilan OKU dipantau
PUTRAJAYA: Jabatan Perkhidmatan Awam (JPA) akan memastikan pelaksanaan dasar pengambilan satu peratus orang kurang upaya (OKU) dipantau sejajar usaha mempertingkatkan pembangunan modal insan seperti dikehendaki Perdana Menteri, Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi.
Ketua Pengarah Perkhidmatan Awam, Tan Sri Ismail Adam, berkata kerajaan bersetuju supaya setiap jabatan dan agensi kerajaan memperkemaskan pekeliling perkhidmatan mengenai dasar pengambilan OKU yang diwujudkan sejak 1988 bagi merealisasikan wawasan melahirkan masyarakat penyayang pada 2020.
Beliau berkata, kerajaan juga mahu memastikan pengambilan satu peratus atau kira-kira 10,200 OKU daripada jumlah keseluruhan 1.2 juta kakitangan perkhidmatan awam dilaksana secara berterusan mengikut kesesuaian bidang tugas dan kelayakan akademik golongan berkenaan.
“Dasar pengambilan OKU menetapkan setiap agensi dan jabatan mengambil sekurang-kurangnya satu peratus daripada jumlah kakitangan dan pegawai serta tertakluk kepada permohonan golongan itu, kesesuaian tugas serta kemudahan, |
|
|
~ ~ what does not kill me only makes me stronger ~ ~
|
|
|
|
|
- Credits
- 20603
- Online Time
- 8425 Hours
- Popularity
- 162
- EXP
- 48
- Gender
- Female
- Last Login
- 9-5-2013
- Joined
- 17-11-2004
- Posts
- 17423
- Friends
- 1
- Topics
- 7
- Digests
- 4
- Integral
- 20603
- UID
- 1027542
   
- Joined
- 17-11-2004
|
Reply #14 dexa's post
OKU tak punya banyak pilihan. Dalam kebanyakan hal, orang ramai sering terlupa bahawa tuntutan agama, tak kiralah agama apa, menuntut semua orang untuk berbuat baik & bantu-membantu. Apatah lagi untuk membantu mereka yang memerlukan.
Kesedaran bahawa orang normal juga berkemungkinan menjadi OKU (bukan minta, tapi kuasa Allah SWT di luar jangkaan kita) hampir tiada. Setelah menjadi OKU barulah mereka nak mula berprihatin jadi agak terlewat untuk berjuang mendapatkan hak-hak mereka.
Peluang pekerjaan untuk OKU ini wujud. PM telah memngeluarkan pekeliling tetapi perlaksanaannya memerlukan kerjasama semua pihak dari atasan sehingga bawahan. PM kata OK, tapi ketua/pegawai agensi/jabatan berat hati nak kata OK, sebab mereka ini yang perlu berurusan setiap hari bekerja dengan OKU ini. Kalau kurang kesabaran, memang mereka susah untuk menyanggupinya. You really have to walk a thousand miles in an OKU's shoes to understand him/her.
Apa-apapun, OKU sendirilah yang perlu membuktikan kemampuan mereka. Kalau para OKU berfikir bahawa kecacatan mereka hanyalah setakat dalam minda sahaja, saya rasa mereka tidak akan terlalu bergantung kepada kerajaan dan dasar-dasarnya untuk meneruskan kehidupan.
* 2 yen dariku - seorang OKU |
|
|
GetPlentyOfCalcium.BKind2UrKnees.U'llMissEmWhenThey'reGone
|
|
|
|
|
- Credits
- 61550
- Online Time
- 6325 Hours
- Popularity
- 6
- EXP
- 0
- Gender
- Female
- Last Login
- 27-3-2013
- Joined
- 21-4-2006
- Posts
- 39231
- Friends
- 0
- Topics
- 5
- Digests
- 343
- Integral
- 61550
- UID
- 1064452
    
- Joined
- 21-4-2006
|
Kudung kaki tidak halang Mohd. Uzair ke kolej
Oleh ABDUL RAZAK DIN

Mohd. Uzair
TAIPING 25 April |
|
|
~ ~ what does not kill me only makes me stronger ~ ~
|
|
|
|
|
- Credits
- 61550
- Online Time
- 6325 Hours
- Popularity
- 6
- EXP
- 0
- Gender
- Female
- Last Login
- 27-3-2013
- Joined
- 21-4-2006
- Posts
- 39231
- Friends
- 0
- Topics
- 5
- Digests
- 343
- Integral
- 61550
- UID
- 1064452
    
- Joined
- 21-4-2006
|
Reply #15 Mulan's post
Kesedaran bahawa orang normal juga berkemungkinan menjadi OKU (bukan minta, tapi kuasa Allah SWT di luar jangkaan kita) hampir tiada. Setelah menjadi OKU barulah mereka nak mula berprihatin jadi agak terlewat untuk berjuang mendapatkan hak-hak mereka.
kesedaran tu from slim to zero - sebab tu tak ramai yang ada compassion
terhadap disabled people ni ---
kalau kat banyak company yang tak pandang pun kalau resume tu dari disabled
people - ada segelintir aje yang mungkin boleh appreciate to have these people
and understand the need of them to work - based on their qualification juga -
banyak yang tak nak buat kerja extra - mungkin merasakan kalau hire disabled
akan tambahkan kerja depa - walhal depa tak terfikir yang ramai disabled people
yang more independent than them even - tak perlu kena pamper sana sini -
and yes - bagi pihak disabled tu sendiri - mereka perlu buktikan mereka juga
boleh membuat kerja2 yang diamanahkan untuk mereka walaupun ada
limitation - dan sentiasa improvekan diri and be more self confident - |
|
|
~ ~ what does not kill me only makes me stronger ~ ~
|
|
|
|
|
- Credits
- 61550
- Online Time
- 6325 Hours
- Popularity
- 6
- EXP
- 0
- Gender
- Female
- Last Login
- 27-3-2013
- Joined
- 21-4-2006
- Posts
- 39231
- Friends
- 0
- Topics
- 5
- Digests
- 343
- Integral
- 61550
- UID
- 1064452
    
- Joined
- 21-4-2006
|
attention : setan_bsd -
* temporary post *
saya harap awak baca notice ni -
please unignore the pm - saya tak dapat
nak reply pertanyaan awak itu -
* after you enable the pm - i shall delete
this message |
|
|
~ ~ what does not kill me only makes me stronger ~ ~
|
|
|
|
|
- Credits
- 20603
- Online Time
- 8425 Hours
- Popularity
- 162
- EXP
- 48
- Gender
- Female
- Last Login
- 9-5-2013
- Joined
- 17-11-2004
- Posts
- 17423
- Friends
- 1
- Topics
- 7
- Digests
- 4
- Integral
- 20603
- UID
- 1027542
   
- Joined
- 17-11-2004
|
Reply #17 dexa's post
Thank you, dexa. Those are my thoughts exactly.
I'd like to mention that my employer saved about RM10K of tax on profit for the last financial year, thanks to my OKU card. I'm truly hopeful that the little bit of saving for the company makes up for the little bit of hassle for my colleague to work with me. |
|
|
GetPlentyOfCalcium.BKind2UrKnees.U'llMissEmWhenThey'reGone
|
|
|
|
|
- Credits
- 61550
- Online Time
- 6325 Hours
- Popularity
- 6
- EXP
- 0
- Gender
- Female
- Last Login
- 27-3-2013
- Joined
- 21-4-2006
- Posts
- 39231
- Friends
- 0
- Topics
- 5
- Digests
- 343
- Integral
- 61550
- UID
- 1064452
    
- Joined
- 21-4-2006
|
Reply #19 Mulan's post
i pray and hope that lots more disabled people will
take a look at your successful as well as redz's..
and use it as a motivation and encouragement to be successful
just like both of ya and many others disabled too --
i have lots of respect towards disabled who's hardworking
and at the same time humble and have a great self motivation
and high self esteem despite his/her disability -
*btw setan_bsd still hasn't enable his/her private message
so that i give the info that he/she needs - |
|
|
~ ~ what does not kill me only makes me stronger ~ ~
|
|
|
|
|
- Credits
- 61550
- Online Time
- 6325 Hours
- Popularity
- 6
- EXP
- 0
- Gender
- Female
- Last Login
- 27-3-2013
- Joined
- 21-4-2006
- Posts
- 39231
- Friends
- 0
- Topics
- 5
- Digests
- 343
- Integral
- 61550
- UID
- 1064452
    
- Joined
- 21-4-2006
|
May 09, 2008
Walaupun Buta, Abdul Majid Mampu Jaga Masjid
ALOR STAR, 9 Mei (Bernama) -- Walaupun dilahirkan pada awalnya dalam keadaan sempurna, Abdul Majid Sahak, 40, seorang bilal masjid di sini, terpaksa akur dengan kehendak Ilahi apabila kehilangan penglihatan ketika usia mencecah 13 tahun.
Sejak itu, keindahan alam semesta dan wajah-wajah setiap ahli keluarga serta sahabat-handai, sudah tidak dapat dilihatnya lagi, lalu beliau mendekatkan diri dengan Allah dengan menjadi siak dan bilal Masjid Ali dekat sini.
Seperti insan lain, beliau mengaku pada awalnya berasa amat sedih dengan nasib yang menimpa dirinya.
"Namun, saya bersyukur kerana Allah masih lagi memberi saya peluang untuk menghirup udara di bumi ini biarpun dalam keadaan buta," katanya ketika ditemui Bernama di sini hari Jumaat.
Abdul Majid, yang tinggal bersama ibu bapanya di rumah pangsa Seberang Perak di sini, terpaksa berjalan satu kilometer seawal pukul 5.30 pagi bagi menunaikan tanggungjawab beliau sebagai bilal selain untuk membersihkan masjid.
Selepas melaungkan azan pada waktu subuh, beliau mula memegang penyapu untuk membersihkan kawasan masjid termasuk longkang sekitarnya.
Bernama mendapati Abdul Majid mampu membersihkan setiap ruang di masjid termasuk bilik air dengan sempurna walaupun tanpa deria penglihatan.
Abdul Majid berkata beliau melakukan tugasan itu dengan seikhlas hati tanpa mengharapkan balasan dan hanya menyara hidupnya dengan bantuan yang diterima daripada Jabatan Kebajikan Masyarakat sebanyak RM100 setiap bulan.
"Setiap hari saya akan berulang alik dari masjid untuk makan di rumah. Duit RM100 itu diberikan kepada ibu bapa saya yang telah uzur," katanya.
Bapa beliau, Sahak Osman, 78, adalah pesara Jabatan Kerja Raya.
"Saya tenang dapat membersihkan rumah Allah di samping dapat mengazankan waktu sembahyang walaupun keadaan saya tidak sempurna seperti insan lain," katanya.
--BERNAMA
---------------------------------------------------------------------------------------
alhamdullilah ada juga insan yang humble begini .. walaupun seorang
yang disabled.. tapi masih mampu berkhidmat dan membanting tulang
bukan dok meminta ke sini meminta ke sana... - malah buat kerja tu
dengan ikhlas hati.. bagus betul dia ni.. semoga Allah saja yang
akan membalas budi baik dia juga -
hopefully jadi satu pelajaran pada kita yang normal or satu motivatisi
pada orang2 oku yang lain -- |
|
|
~ ~ what does not kill me only makes me stronger ~ ~
|
|
|
|
|
- Credits
- 61550
- Online Time
- 6325 Hours
- Popularity
- 6
- EXP
- 0
- Gender
- Female
- Last Login
- 27-3-2013
- Joined
- 21-4-2006
- Posts
- 39231
- Friends
- 0
- Topics
- 5
- Digests
- 343
- Integral
- 61550
- UID
- 1064452
    
- Joined
- 21-4-2006
|
7,090 OKU berjaya diberi pekerjaan
Oleh Amin Ridzuan Ishak

INGIN TAHU: Noraini bersama Khatijah (tengah)
dan Vivian Chuah (kanan) melihat komputer yang
digunakan oleh penghuni di Rumah Amal Cheshire Selangor.
Ada firma tak daftar dengan JKSM: Noraini
SELAYANG: Seramai 7,090 orang kurang upaya (OKU) berjaya ditempatkan di pasaran kerja melalui mekanisme diperkenalkan Kementerian Sumber Manusia yang dilaksanakan agensinya, Jabatan Tenaga Kerja Semenanjung Malaysia (JTKSM), sejak 1990 hingga April lalu.
Timbalan Menteri Sumber Manusia, Datuk Noraini Ahmad berkata, jumlah itu menunjukkan hampir 75 peratus daripada 9,846 OKU berdaftar secara manual dan elektronik menerusi Sistem Penempatan OKU (SPOku) yang dilancarkan Mei 2005 lalu, berjaya memperoleh kerja.
Beliau berkata, daripada jumlah keseluruhan OKU yang berdaftar itu, seramai 1,666 OKU mendaftar di SPOku, iaitu antara kemudahan disediakan dalam perkhidmatan Bursa Buruh Elektronik (ELX) di bawah kementeriannya dengan 482 OKU diambil bekerja.
“Majoriti daripadanya diambil bekerja di sektor pembuatan. Kementerian melihat jumlah OKU diterima bekerja sangat positif terutama dalam usaha kerajaan membina modal insan berjaya serta berdikari seperti disaran Perdana Menteri, Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi.
“Kami yakin jumlahnya akan meningkat pada masa depan dan untuk menggandakan angka ini, lebih ramai OKU mempunyai kemahiran digesa tampil menyertai program kementerian terutama ELX yang sudah terbukti mampu mencari kerja sesuai untuk mereka, |
|
|
~ ~ what does not kill me only makes me stronger ~ ~
|
|
|
|
|
- Credits
- 1015
- Online Time
- 2435 Hours
- Popularity
- 83
- EXP
- 2
- Gender
- Secret
- Last Login
- 20-5-2013
- Joined
- 15-6-2006
- Posts
- 603
- Friends
- 0
- Topics
- 0
- Digests
- 0
- Integral
- 1015
- UID
- 1070201
  
- Joined
- 15-6-2006
|

By jedy_hierro
Source : The Sun / 12 May 2008
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Artikel ini memberi gambaran tentang kewujudan pelbagai teknologi baru spt video call, sms, webcam, kerusi roda bermotor etc yg mampu membantu meningkatkan kualiti hidup orang kurang upaya baik dari segi komunikasi, pendidikan dan pekerjaan etc serta pada masa teknologi membantu meningkatkan peluang warga OKU untuk hidup bermasyarakat dengan masyarakat normal. Penggunaan teknologi tersebut juga mampu mengurangkan pergantungan orang OKU kepada masyarakat spt komunikasi digital (bahasa isyarat) dan pendidikan (akses info internet) dan juga memperbaiki peluang OKU dlm meningkatkan mutu kerja / peluang mencari pekerjaan.
-- ReDz-XaCk @ 12 Mei 2008 --
[ Last edited by Redz-XacK at 12-5-2008 08:26 AM ] |
|
|
you'll never walk alone ...
|
|
|
|
|
- Credits
- 4795
- Online Time
- 828 Hours
- Popularity
- 0
- EXP
- 0
- Gender
- Secret
- Last Login
- 18-3-2009
- Joined
- 3-3-2008
- Posts
- 4349
- Friends
- 0
- Topics
- 0
- Digests
- 0
- Integral
- 4795
- UID
- 1125918
  
- Joined
- 3-3-2008
|
Jangan peluang belajar terbuka utk OKU tapi peluang kerja disempitkan utk mereka.
aku puji la kompeni besar besar yg sudi amek OKU..termasukla pasaraya giant. |
|
|
|
|
|
|
|
- Credits
- 314
- Online Time
- 283 Hours
- Popularity
- 0
- EXP
- 0
- Gender
- Secret
- Last Login
- 9-7-2011
- Joined
- 19-3-2007
- Posts
- 290
- Friends
- 0
- Topics
- 1
- Digests
- 0
- Integral
- 314
- UID
- 1099173
 
- Joined
- 19-3-2007
|
tp kan..tuk makluman semua...ada sowang hamba Allah ni..ada ijazah dr ipta tempatan...dah nanggur 3 taun..n kene tanggung hutang ptptn lak tu..keluarga miskin lak tu...langsung tak dapat bantuan dr jabatan kebajikan masyarakat...g interview pun kene hina.... ada sape2 leh bantu tak?
[ Last edited by fantaghero1818 at 12-5-2008 08:38 AM ] |
|
|
|
|
|
|
|
- Credits
- 1015
- Online Time
- 2435 Hours
- Popularity
- 83
- EXP
- 2
- Gender
- Secret
- Last Login
- 20-5-2013
- Joined
- 15-6-2006
- Posts
- 603
- Friends
- 0
- Topics
- 0
- Digests
- 0
- Integral
- 1015
- UID
- 1070201
  
- Joined
- 15-6-2006
|
salam PutraMarhaen ..
yup... ramai jugak OKU yg berkelulusan tinggi ... tapi dinafikan hak untuk mendapat pekerjaan yg setaraf dgn kelulusan ... salute to company2 yg sudi memberi peluang pada OKU utk memberi sumbangan ekonomi .. |
|
|
you'll never walk alone ...
|
|
|
|
|
- Credits
- 1015
- Online Time
- 2435 Hours
- Popularity
- 83
- EXP
- 2
- Gender
- Secret
- Last Login
- 20-5-2013
- Joined
- 15-6-2006
- Posts
- 603
- Friends
- 0
- Topics
- 0
- Digests
- 0
- Integral
- 1015
- UID
- 1070201
  
- Joined
- 15-6-2006
|
salam fantaghero1818 ..
betapa hepat dugaan hamba Allah lalui ... sy cadangkan hamba Allah yg cik maksudkan tu jumpa dgn wakil rakyat di kawasan dia utk memastikan nasib hamba Allah dibela dan diberi perhatian ...... |
|
|
you'll never walk alone ...
|
|
|
|
|
- Credits
- 314
- Online Time
- 283 Hours
- Popularity
- 0
- EXP
- 0
- Gender
- Secret
- Last Login
- 9-7-2011
- Joined
- 19-3-2007
- Posts
- 290
- Friends
- 0
- Topics
- 1
- Digests
- 0
- Integral
- 314
- UID
- 1099173
 
- Joined
- 19-3-2007
|
|
|
|
|
|
|
|
- Credits
- 61550
- Online Time
- 6325 Hours
- Popularity
- 6
- EXP
- 0
- Gender
- Female
- Last Login
- 27-3-2013
- Joined
- 21-4-2006
- Posts
- 39231
- Friends
- 0
- Topics
- 5
- Digests
- 343
- Integral
- 61550
- UID
- 1064452
    
- Joined
- 21-4-2006
|
May 17, 2008
Jangan Bezakan Atlet Kurang Upaya
NILAI, 17 Mei (Bernama) -- Penaja, penyumbang dan penderma diminta tidak mengetepikan atlet kurang upaya dalam memberi sumbangan, kata Timbalan Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Datuk Hassan Malek.
Beliau berkata sekiranya pelbagai insentif dan kemudahan disalurkan kepada atlet biasa, sumbangan serupa juga harus diagihkan kepada atlet kurang upaya.
"Tidak harus ada perbezaan antara kedua-duanya kerana misinya adalah serupa iaitu demi menyinarkan imej kesukanan negara, sama ada di peringkat negeri, kebangsaan mahupun antarabangsa.
"Kita harus akui bahawa atlet kurang upaya juga kini mempunyai peluang bersaing di peringkat tinggi, baik di rantau ini mahu pun di peringkat dunia," katanya ketika merasmikan Karnival Sukan Anak-Anak Yatim dan Miskin peringkat Negeri Sembilan di Universiti Sains Islam Malaysia, di sini malam tadi.
Seramai 350 peserta menyertai karnival dua hari itu anjuran Badan Gabungan Kebajikan Anak-Anak Yatim dan Miskin Negeri Sembilan.
Ia antara lain bertujuan memilih atlet Negeri Sembilan ke kejohanan yang sama di peringkat kebangsaan yang dijangka akan diadakan di Universiti Utara Malaysia pada Ogos depan.
-- BERNAMA
------------------------------------------------------------------------------------------
actually kalau kita baca news masa paralimpik a couple of weeks ago
kita mesti surprised tengok... how determined disabled athletes in
competing in the games...
they were very inspiring and showed a great sportsmanship .. and in fact
lots of them managed to set time even faster than normal person -
hopefully - banyaklah lagi kemudahan pada mereka dan insentif yang boleh
motivate kan mereka untuk beraksi dengan lebih determination -
dan berdaya saing - syabas pada athlete2 ini - |
|
|
~ ~ what does not kill me only makes me stronger ~ ~
|
|
|
|
|
- Credits
- 61550
- Online Time
- 6325 Hours
- Popularity
- 6
- EXP
- 0
- Gender
- Female
- Last Login
- 27-3-2013
- Joined
- 21-4-2006
- Posts
- 39231
- Friends
- 0
- Topics
- 5
- Digests
- 343
- Integral
- 61550
- UID
- 1064452
    
- Joined
- 21-4-2006
|
Graduan kerdil sukar dapat kerja
Oleh Suhana Roslan
KUALA LUMPUR: Seorang graduan kerdil berumur 26 tahun yang sudah menghadiri 50 temu duga dalam tempoh setahun gagal mendapat pekerjaan walaupun mempunyai ijazah Pengurusan Perniagaan daripada Universiti Darul Iman (UDM) .
Muhamad Fadhly Mustaffa memperoleh ijazah pada Jun 2006 selepas menamatkan pengajian peringkat diploma dalam bidang Pengajian Maklumat di Universiti Teknologi Mara (UiTM) mendakwa diketepikan kerana keadaan fizikalnya tidak sempurna.
Katanya, temu duga yang dihadiri adalah dengan syarikat swasta yang menyiarkan iklan jawatan kosong di internet dan akhbar, selain mengisi borang permohonan kerja menerusi Suruhanjaya Perkhidmatan Awam (SPA).
“Ketika ditemu duga saya boleh menjawab soalan penemuduga dengan betul tetapi mungkin mereka rasa keadaan saya yang tidak boleh bergerak aktif menyebabkan mereka tidak berminat mengambil saya.
“Kalau mereka tidak memberi peluang, sia-sia saya belajar sehingga mendapat ijazah kerana keperitan menjadi pelajar dalam keadaan tidak normal hanya Allah yang tahu azabnya, |
|
|
~ ~ what does not kill me only makes me stronger ~ ~
|
|
|
|
|
- Credits
- 20603
- Online Time
- 8425 Hours
- Popularity
- 162
- EXP
- 48
- Gender
- Female
- Last Login
- 9-5-2013
- Joined
- 17-11-2004
- Posts
- 17423
- Friends
- 1
- Topics
- 7
- Digests
- 4
- Integral
- 20603
- UID
- 1027542
   
- Joined
- 17-11-2004
|
Originally posted by fantaghero1818 at 12-5-2008 08:37 AM 
tp kan..tuk makluman semua...ada sowang hamba Allah ni..ada ijazah dr ipta tempatan...dah nanggur 3 taun..n kene tanggung hutang ptptn lak tu..keluarga miskin lak tu...langsung tak dapat bantuan ...
take it from me ... i strongly suggest kawan u tu kerja sendiri... buatla apapun guna tulang 4 kerat + akal sendiri... mula la dgn kerja2 yg xde perlu modal besar... jgn tunggu dpt peluang kerja dari org... kita OKU, nak compete dgn orang sempurna...ssssuuuusaaaaahhhhh sgt [been there, done that]... sedangkan org normal sesama sendiri compete pun dah susah...
tapi rezeki tu dari Allah SWT... teruskan berdoa...tapi jgn la duk tgu yg 'jauh'... usahakan yg dkt dulu, ye...
i doakan kwn u berjaya |
|
|
GetPlentyOfCalcium.BKind2UrKnees.U'llMissEmWhenThey'reGone
|
|
|
|
|
|
|