Gubernur Aceh Diduga Nikah Lagi, Siapa Istri Pertama Mualem?
BeritaSatu.com
[color=rgba(0, 0, 0, 0.65)]
Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur Aceh Mualem, tengah ramai dibicarakan warganet setelah beredar sebuah video yang diduga memperlihatkan dirinya menikah lagi di Malaysia.
Video yang menyebar luas di media sosial pada Selasa (20/1/2026) tersebut menampilkan Mualem duduk berdampingan dengan seorang perempuan di atas pelaminan.
Perempuan tersebut disebut-sebut bernama Datin Sri Vie Shantie Khan, sosok pengusaha asal Malaysia. Dalam video itu, keduanya tampak mengenakan busana pernikahan dan berada dalam suasana acara yang menyerupai prosesi akad atau resepsi.
Datin Sri Vie Shantie Khan dikenal sebagai chief executive officer Blackstone Malaysia. Namanya sebelumnya pernah mencuat di Aceh karena dikabarkan memiliki rencana investasi besar, yakni pembangunan Hub Bunkering dan Shipyard Internasional di Kota Sabang.
Kabar kedekatan Mualem dengan Datin Sri Vie kemudian memunculkan spekulasi bahwa video tersebut memang merekam pernikahan keduanya. Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Aceh maupun pihak keluarga Mualem yang mengonfirmasi atau membantah kabar tersebut.
Situasi ini membuat isu kehidupan pribadi Mualem kembali menjadi pembicaraan luas. Namun, tanpa pernyataan resmi, informasi yang beredar masih sebatas dugaan dan interpretasi publik atas video yang viral tersebut.
Siapa Istri Pertama Mualem?Istri pertama Mualem adalah Marlina Usman. Ia dikenal luas di Aceh, tidak hanya sebagai pendamping Gubernur Aceh, tetapi juga sebagai figur perempuan yang aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Pada Februari 2025, Marlina Usman secara resmi dikukuhkan sebagai ketua tim penggerak pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (TP PKK) Provinsi Aceh sekaligus ketua tim pembina posyandu Provinsi Aceh untuk masa bakti 2025-2030.
Prosesi pelantikan berlangsung di Aryanusa Ballroom, Menara Danareksa, Jakarta Pusat, dan dipimpin langsung oleh Ketua Umum TP PKK serta Ketua Umum Tim Pembina Posyandu Tri Tito Karnavian.
Marlina Usman dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat. Di kalangan warga, ia akrab disapa Kak Ana atau Kak Na, panggilan yang mencerminkan kedekatan emosional dan rasa kepercayaan.
Sejak masa konflik hingga Aceh memasuki fase pembangunan yang lebih stabil, Marlina menempatkan dirinya sebagai bagian dari kehidupan rakyat, bukan sekadar pendamping kepala daerah.
Sebagai istri Mualem, ia menjalankan perannya dengan pendekatan yang membumi. Kepekaannya terhadap persoalan perempuan dan anak membuatnya sering turun langsung ke lapangan, mendengar keluhan para ibu, remaja, dan anak-anak.
Ia juga aktif menghubungkan komunitas dengan berbagai lembaga sosial agar bantuan dan program pemberdayaan tepat sasaran.
Jabatan ketua TP PKK Aceh dan bunda PAUD Aceh dijalani Marlina Usman bukan sekadar formalitas. Dalam setiap program, ia menekankan pentingnya pendidikan sejak dini, kesehatan mental, serta ketahanan keluarga.
Ia terlibat langsung dalam pembinaan anak-anak, pendampingan rehabilitasi pecandu narkotika, serta mendorong perempuan Aceh agar percaya pada kemampuan diri sendiri.
Bagi Marlina, pembangunan Aceh harus dimulai dari pembangunan manusia. Perempuan dipandang sebagai pilar utama keluarga dan masyarakat, sehingga penguatan kapasitas perempuan menjadi fokus utama dalam setiap langkahnya.
Jejak kepedulian Marlina Usman semakin terasa ketika Aceh dilanda bencana banjir besar. Ia turun langsung menyusuri gampong-gampong terdampak di berbagai daerah, seperti Kabupaten Bireuen, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang.
Dalam beberapa kesempatan, ia bahkan harus menyeberangi sungai menggunakan perahu nelayan demi memastikan bantuan sampai ke wilayah terisolasi.
Di posko pengungsian, Marlina duduk sejajar dengan para ibu dan menyapa anak-anak dengan penuh empati. Bantuan yang dibawanya tidak hanya berupa kebutuhan pokok dan obat-obatan, tetapi juga perhatian dan ketenangan yang sangat dibutuhkan korban bencana, khususnya perempuan, lansia, dan anak-anak.
Di tengah isu dugaan pernikahan kembali yang menyeret nama Mualem, publik kembali diingatkan pada sosok istri pertamanya, Marlina Usman, yang telah lama berkiprah bagi masyarakat Aceh.
Terlepas dari benar atau tidaknya kabar tersebut, perjalanan hidup Mualem tidak dapat dilepaskan dari peran Marlina sebagai perempuan inspiratif yang menguatkan fondasi sosial dan kemanusiaan di Aceh.
|