CariDotMy

 Forgot password?
 Register

ADVERTISEMENT

View: 13853|Reply: 9

Tiga Wanita Malaysia ke Syria Jadi Pelayan Seks ISIS

[Copy link]
Post time 8-10-2014 08:15 PM | Show all posts |Read mode
Tiga Wanita Malaysia ke Suriah Jadi Pelayan Seks ISISSenin, 1 September 2014 | 17:05 WIB

AFP
Pasukan ISIS berpawai di Raqqa, Suriah, pada awal bulan ini.


KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Tiga perempuan Malaysia, yang bersimpati terhadap Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), dikabarkan pergi ke Timur Tengah untuk menawarkan diri sebagai "jugun ianfu" untuk para anggota ISIS.

Jugun Ianfu adalah para perempuan yang diculik tentara Jepang pada Perang Dunia II untuk dijadikan pelayan seks pasukan Negeri Matahari Terbit itu.

"Perempuan-perempuan itu diyakini menawarkan diri sebagai pelayan seks anggota ISIS," kata seorang pejabat intelijen Malaysia kepada harian The Malaysia Insider.

"Konsep ini mungkin kontroversial, tetapi sudah muncul di saat sejumlah perempuan di Malaysia menunjukkan simpati terhadap ISIS," lanjut pejabat itu sambil menambahkan bahwa kedua perempuan ini berusia 30-an dan 40-an tahun.

Pejabat intelijen itu menambahkan, konsep yang disebut jihad al-nikah mengizinkan hubungan seksual di luar pernikahan dengan pasangan berbeda jika menjadi bagian dari sebuah perang suci.

"Hasil pertukaran informasi intelijen dengan negara lain menunjukkan sejumlah perempuan Muslim dari Australia dan Inggris juga bergabung dengan ISIS," tambah pejabat intelijen itu.

Berbagai laporan mengatakan, sejumlah perempuan Muslim dari berbagai negara menuju Suriah untuk melakukan jihad al-nikah sejak 2013. Sementara intelijen Malaysia mengungkapkan, sekitar 30 warga negara itu kini berada di Timur Tengah untuk bergabung dengan ISIS.



Reply

Use magic Report


ADVERTISEMENT


 Author| Post time 8-10-2014 08:15 PM | Show all posts
Jihad al-Nikah: Perbudakan Seks ISIS Berdasarkan Fatwa Wahabi?


Menggunakan konsep Jihad Al-Nikah, para perempuan Sunni menawarkan diri untuk melayani kebutuhan seksual kepada para pejuang demi pembentukan sebuah pemerintahan Islam. Pada 2013 muncul berita bahwa ulama Wahabi Sheikh Mohammad Al-Arifi mengeluarkan fatwa yang menyeru pada kaum wanita Sunni, katanya bersedia menawarkan diri untuk melayani kebutuhan seksual demi meningkatkan moral para pemberontak Suriah adalah tindakan Jihad.

Konon Al-Arifi "meresmikan" tindakan ini sebagai Jihad merupakan respon terhadap munculnya fenomena layanan seks suka rela oleh para gadis Tunisia kepada kelompok Al Qaeda. Menurut pemerintahan koalisi Tunisia yang sedang gencar membasmi Al Qaeda di wilayahnya, para gadis itu suka rela memberi layanan seksual karena bersimpati kepada gerakan ekstrim itu yang menyebut dirinya pejuang jihad Tunisia[1]. Al-Arifi sendiri, di lain pihak,  telah membantah dirinya mengeluarkan fatwa itu, melalui Twitter dia mengatakan itu berita hoax[2], meskipun demikian laporan mengenai bergabungnya wanita Sunni ke Suriah untuk menjadikan dirinya pemuas seks pemberontak Suriah terus bermunculan, termasuk dari pihak keluarga yang berkeberatan. Menurut keterangan Menteri Dalam Negeri Tunisia Lofti bin Jeddou, wanita Tunisia di Suriah melayani kebutuhan seksual 20 hingga 30 personil Al Qaeda pendukung pemberontak, sebagian di antara mereka pulang dalam keadaan hamil[3].

ISIS, memanfaatkan konsep Jihad al-Nikah, memasang poster di Mosul, Irak, yang didudukinya, berisi seruan agar setiap keluarga di Mosul mengirimkan anak gadisnya untuk melayani kebutuhan seks, atau mendapatkan hukuman keras menurut syariah Islam, menurut media Mesir Al-Masryalyoum sebagaimana dikutip The Clarion Project[4], sebuah media yang mengadvokasi gerakan anti ekstrimisme. Kehadiran wanita Sunni ke Suriah untuk menjadi pelayan seks juga dilaporkan oleh The Malaysian Insider[5], menurutnya pihak yang berwenang di Malaysia telah mengkonfirmasi kebenaran berita Al-Arabiya[6] tentang keberadaan tiga wanita Malaysia berusia 30 hingga 40 tahun di Suriah untuk melakukan apa yang diyakininya sebagai Jihad Seks di Suriah. Al-Arabiya bahkan memberitakan pula adanya wanita Sunni Australia dan Inggris yang bergabung dengan ISIS sebagai pelayan seks berdasarkan konsep jihad itu. Mengutip laporan intelejen Australia, Al-Arabiya mengatakan ada lebih dari 100 muslim pria Australia ikut angkat senjata mendukung ISIS.

Sumber : http://indonesiana.tempo.co/read/21221/2014/08/29/sinergiandroid/jihad-al-nikah-perbudakan-seks-isis-berdasarkan-fatwa-wahabi
Reply

Use magic Report

 Author| Post time 8-10-2014 08:17 PM | Show all posts
Gadis Yazidi Kisahkan Penderitaannya Jadi Budak Seks ISIS
Selasa, 9 September 2014 | 09:34 WIB

KOMPAS.COM — Seorang gadis muda dari komunitas agama minoritas Yazidi yang ditangkap Negara Islam di Irak dan Suriah atau yang lebih dikenal dengan nama ISIS melukiskan horor yang dialaminya selama disekap menjadi budak seks kelompok ekstremis itu.

Gadis 17 tahun itu mengatakan, dia merupakan salah satu dari sekelompok 40-an perempuan Yazidi yang masih disekap dan hingga kini setiap hari mengalami pelecehan seksual oleh kaum militan ISIS. Gadis itu mengatakan, dirinya ditangkap 3 Agustus lalu dalam sebuah serangan ISIS terhadap kota Sinjar di Irak utara dan sekarang sedang disekap dalam perbudakan seksual dengan kondisi mengerikan di sebuah desa di selatan Mosul.

Sejumlah ekstremis asal Inggris yang berperang di Suriah dan Irak telah membual di Twitter dan media sosial lainnya bahwa sejumlah perempuan Yazidi telah diculik dan dijadikan "budak seks".

Gadis muda itu mengatakan, dia sedang ditahan di sebuah bangunan dengan jendela berjeruji dan dijaga sejumlah pria bersenjata.

"Saya mohon kepada Anda untuk tidak memublikasikan nama saya karena saya sangat malu dengan apa yang mereka lakukan terhadap saya. Sebagian diri saya sudah ingin mati saja. Namun, yang sebagian masih berharap bahwa saya akan diselamatkan dan sehingga saya akan dapat merangkul orangtua saya sekali lagi," katanya kepada harian Italia, La Repubblica. Laporan La Repubblica itu kemudian dikutip sejumlah media lain, antara lain harian The Telegraph dari Inggris. La Repubblica berhasil mewawancarai gadis itu dengan menelepon ke telepon genggamnya. Nomor kontaknya diberi oleh orangtuanya yang kini berada di sebuah kamp pengungsi di Kurdistan, Irak.

Perempuan itu mengatakan, para penculiknya awalnya menyita ponselnya dan semua ponsel milik perempuan lainnya. Namun, para penculiknya kemudian "mengubah strategi". Mereka mengembalikan ponsel-ponsel para perempuan itu sehingga mereka bisa menceritakan kepada dunia luar kengerian yang terjadi pada mereka. "Untuk lebih menyakiti kami, mereka mengatakan kepada kami agar menjelaskan secara rinci kepada orangtua kami apa yang mereka lakukan. Mereka menertawakan kami karena mereka berpikir mereka tak terkalahkan. Mereka menganggap diri mereka "superman". Namun, mereka adalah orang-orang yang tidak punya hati.

Gadis itu melanjutkan, "Para penyiksa kami bahkan tidak mengasihani sejumlah perempuan yang (disekap) bersama dengan anak-anak mereka. Mereka juga tidak mengasihani sejumlah gadis yang masih belia. Beberapa dari kelompok kami bahkan belum genap 13 tahun usianya. Beberapa dari mereka kini tidak lagi mengucapkan sepatah kata pun."

Perempuan itu, yang oleh La Repubblica diberi nama samaran Mayat, mengatakan bahwa para perempuan itu diperkosa di lantai paling atas bangunan, di dalam tiga bilik. Para gadis dan perempuan dewasa itu diperkosa sampai tiga kali hari oleh kelompok-kelompok pria yang berbeda-beda.

"Mereka memperlakukan kami laksana kami adalah budak mereka. Orang-orang itu memukul dan mengancam kami ketika kami mencoba untuk menolak. Saya sering berharap agar mereka memukul saya sedemikian parah sehingga saya mati."

Gadis itu mengatakan bahwa beberapa dari kaum militan itu merupakan orang-orang muda yang baru berperang di Suriah, sementara yang lain merupakan orang-orang tua.

"Jika suatu hari penyiksaan ini berakhir, hidup saya akan selalu ditandai oleh apa yang saya alami dalam minggu-minggu ini. Bahkan, jika saya bertahan hidup, saya tidak tahu bagaimana saya akan menghilangkan horor ini dari pikiran saya. Kami telah meminta para sipir untuk menembak mati kami, membunuh kami, tetapi kami terlalu berharga buat mereka. Mereka terus mengatakan kepada kami bahwa kami adalah orang-orang kafir dan bahwa kami merupakan milik mereka, seperti rampasan perang. Mereka mengatakan kami seperti kambing yang dibeli di pasar."

Para perempuan tawanan itu berharap datangnya penyelamatan, baik oleh pasukan darat anti-ISIS maupun intervensi internasional. "Satu-satunya harapan adalah bahwa Peshmerga (milisi Kurdi) datang dan menyelamatkan kami. Saya tahu Amerika mengebom (posisi ISIS). Saya ingin mereka bergegas dan mengusir mereka semua keluar karena saya tidak tahu berapa lama lagi saya bisa bertahan. Mereka sudah membunuh tubuh saya. Sekarang mereka sedang membunuh pikiran saya."

Dia mengatakan, dia pernah mendengar sejumlah wanita Kristen Arab juga telah ditangkap dan dipenjarakan sebagai budak seks oleh ISIS. Namun, kelompoknya hanya terdiri para perempuan Yazidi, yang semuanya berasal dari kota Sinjar.

Kota itu terletak di kaki Gunung Sinjar, di mana ribuan warga Yazidi terpaksa mengungsi bulan lalu setelah dikepung ISIS. Walau banyak dari pengungsi itu akhirnya berhasil melarikan diri ke gunung, yang lainnya ditangkap kelompok ekstremis.

PBB telah menuduh ISIS melakukan pembersihan etnis di Irak utara. Kelompok militan itu dikatakan telah melakukan penahanan dan eksekusi massal di kantong kelompok-kelompok minoritas di wilayah itu.


Reply

Use magic Report

 Author| Post time 8-10-2014 08:20 PM | Show all posts

Aktivis LSM (media watch), peminat masalah sosial kemasyarakatan, dan pemerhati (berita) HIV/AIDS





Cewek Jadi “Budak Seks” dan “Agen Genosida” Dengan HIV/AIDS Sebagai “Jihad”REP | 09 August 2014 | 17:23
Ketika membaca judul berita “Heboh ajakan jihad budak seks berhadiah surga di kampus UIN” (merdeka.com, 9/8-2014) saya teringat keluh-kesah seorang ibu yang mengeluh karena salah satu putranya “nyebrang” ke aliaran keras keagamaan.
Ibu tadi tidak habis pikir karena agama anaknya itu berbeda dengan agamanya dan dia pun tidak pernah menyangka anaknya akan jadi anggota organisasi keagamaan yang radikal yang berbeda dengan agama mereka.
Setiap selesai bercerita si ibu itu hanya bisa mengurut dada dan mengedip-edipakan matanya.
Yang tidak habis pikir adalah cerita anaknya tentang kegiatan mereka merekrut cewek-cewek cantik untuk dijadikan, maaf, pelacur. Menurut anaknya cewek yang mereka jadikan pelacur itu merupakan bagian dari “jihad” (KBBI: 1 usaha dengan segala daya upaya untuk mencapai kebaikan; 2 usaha sungguh-sungguh membela agama Islam dengan mengorbankan harta benda, jiwa, dan raga; 3 perang suci melawan orang kafir untuk mempertahankan agama Islam).
Uang yang diperoleh menjadi pemasukan kas sebagai uang yang bisa memberikan “imbalan” sorga bagi cewek rekrutan mereka.
Mereka pun membumbui “jihad” tsb. sebagai bagian dari menghancurkan satu kelompok, semacam genosida (KBBI: pembunuhan besar-besaran secara berencana terhadap suatu bangsa atau ras), dengan menyebarkan virus (HIV/AIDS).
Celakanya, jika cewek-cewek itu dijadikan agen penyebar HIV/AIDS tentulah cewek-cewek itu harus mengidap HIV/AIDS.
Karena salah satu cara penularan HIV/AIDS adalah melalui hubungan seksual, maka cewek-cewek yang mereka rekrut sebagai agen penyebar HIV/AIDS itu harus melakukan hubungan seksual yang berulang-ulang dengan laki-laki yang mengidap HIV/AIDS.
Bisa juga dengan cara menyuntikkan darah yang mengidap HIV/AIDS kepada cewek-cewek yang direkrut jadi agen penyebar HIV/AIDS sebagai genosida itu.
Maka, tanpa mereka sadari mereka sudah melakukan kekerasan dan penyiksaan terhadap cewek-cewek yang mereka rekrut sebagai agen genosida itu yang menularkan HIV.
Yang jadi persoalan adalah kelompok yang mereka sasar itu minoritas sehingga jumlah laki-laki yang melacur pun sedikit sehingga tidak tertutup kemungkinan cewek-cewek itu melacur dengan laki-laki dari kelompoknya untuk mendapatkan uang sebagai kas kelompok. Bisa juga hubungan seksual dengan anggota kelompoknya sehingga terjadi penyebaran HIV/AIDS di kalangan mereka.
Belakangan ada pula pamflet yang ditempel di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta di Ciputat, Tangerang, Banten, yang disebarkan oleh Sekretariat ISIS Indonesia.
Isi poster itu “BUDAK SEKS PEMUAS BIRAHI MUJAHIDIN DIJAMIN MASUK SURGA”.
Kalau kasus yang pertama dengan tujuan untuk menghancurkan kelompok atau kalangan tertentu melalui genosida HIV/AIDS, sedangkan kasus yang kedua ini adalah untuk “MENGHIBUR DAN MEMBERIKAN SEMANGAT MUJAHIDIN YANG SEDANG MEMERANGI KAFIR”.
Imbalannya?
Seperti yang tertera di pamflet: surga.
Padahal, seperti dikatakan oleh Prof Dr Quraish Shihab: “Surga itu hak prerogatif Allah.”(republika.co.id, 16/7-2014). Sehingga tidak ada celah bagi seseorang atau organisasi yang bisa menentukan seseorang (akan) masuk surga.
Fakta ini menunjukkan betapa agama dijadikan sebagai alat untuk berbagai kepentingan dengan ruang friksi horizontal.
Padahal, menurutpeneliti terorisme di Universitas Indonesia, Ridlwan Habib, dia yakin selebaran jihad seks itu merupakan propaganda yang menyesatkan. “Tidak ada jihad seks di Suriah. Apalagi mobilisasi wanita muslimah seperti publikasi itu,” kata Ridlwan (merdeka.com, 9/8-2014).
Pemahaman yang dogmatis (KBBI: bersifat mengikuti atau menjabarkan suatu ajaran tanpa kritik sama sekali) dan lambang-lambang fisik keagamaan menjadi bagian dari pemicu perilaku-perilaku ekstrim di masyarakat.
Kapolri Jenderal Sutarman mengatakan: “Kita belum menemukan itu ajakan-ajakan itu harus kita evaluasi dan harus dilakukan upaya untuk mencegah bukan hanya polisi juga, tapi juga masyarakat,”  (merdeka.com, 9/8-2014).
Itu artinya setiap orang mencermati setiap ajakan dan melindungi diri serta keluarganya agar tidak terjerat kepada ajakan-ajakan yang tidak masuk akal sehat.
Kondisinya kian runyam karena sinetron keagamaan di televisi membuat dikotomi yang tegas tentang yang baik dan jahat. Yang baik digambarkan mengikuti ajaran agama al. dengan simbol-simbol yang dikait-kaitkan dengan agama, sedangkan yang jahat digambarkan tidak mengikuti ajaran agama al. dengan tidak memakai simbol-simbol keagamaan.
Adalah film “Death Wish III” (1985) dengan pemeran utama Charles Bronson, yang berperan sebagai Paul Kersey. Paul mengejar gerombolan pemerkosa dan pembunuh istri dan putrinya.
Paul menemukan mereka. Salah satu di antaranya memakai lambang-lambang keagamaan.
“Saudara percaya kepada Tuhan,” tanya Paul sambil menodongkan pistol.
Ketika begundal itu menjawab percaya, dor ….. pistol menyalak: “Kau akan segera bertemu dengan Tuhanmu.”
Itu merupakan kritik. Pakai lambang-lambang agama koq memerkosa dan membinuh!
Nah, ini ‘kan film yang sarat dengan nilai-nilai religi tanpa harus mengumbar simbol dan dialog keagamaan.
Sayang, sinetron kita lebih mementingkan simbol daripada hasrat mengajak pemirsa lebih memahami agama sebagai bagaian dari kehidupan di masyarakat yang beragam. *** [Syaiful W. Harahap - baranews.co] ***




Reply

Use magic Report

Post time 8-10-2014 10:58 PM | Show all posts
jahil atau ekstrem?
Reply

Use magic Report

Post time 9-10-2014 11:19 AM | Show all posts
Mudahnya terpengaruh dengan iklan sebegitu nampak kelemahan iman.
Reply

Use magic Report

Follow Us
Post time 9-10-2014 06:33 PM | Show all posts
Kenapa perlu pergi jauh...kat Malaysia pun boleh juga, ramai lelaki yang sanggup....
Reply

Use magic Report

Post time 12-10-2014 07:48 PM From the mobile phone | Show all posts
Polis sahkan bekas pelajar KUIS terlibat IS
Bernama | Kemas kini: Oktober 12, 2014
(Diterbitkan pada: Oktober 12, 2014 18:07 MYT)




   
Polis berkata Syamimi, 20, berlepas dari Lapangan Terbang Antarabangsa KL (KLIA) kira-kira pukul 11.55 malam. - Gambar Fail
KUALA LUMPUR: Polis mengesahkan seorang bekas pelajar Kolej Universiti Islam Antarabangsa Selangor (KUIS), Syamimi Faiqah telah berlepas ke Syria, 4 Okt lepas dipercayai untuk menyertai kegiatan kumpulan militan Negara Islam (IS).

Ketua Penolong Pengarah Bahagian Counter Terrorism, Cawangan Khas Bukit Aman SAC Datuk Ayub Khan Mydin Pitchay berkata Syamimi, 20, berlepas dari Lapangan Terbang Antarabangsa KL (KLIA) kira-kira pukul 11.55 malam.

"Berdasarkan maklumat terkini semalam Syamimi kini berada di sempadan Turki-Syria dan kita yakin dia akan seberang masuk kerana sewaktu tiba di Lapangan Terbang Istanbul sudah ada individu yang menunggu untuk membawanya ke Syria melalui jalan darat iaitu di wilayah Hatay.

"Dari sana akan ada sindiket yang akan membawanya melepasi sempadan Turki sehingga sampai ke Syria. Polis percaya Syamimi di 'passing' dan ada individu yang menunggu di checkpoint tertentu," katanya kepada Bernama di sini hari ini.

Hari ini, sebuah akhbar tempatan melaporkan Syamimi melarikan diri ke Syria untuk berkahwin dengan pejuang IS dikenali sebagai Akel Zainal, yang beliau kenali menerusi laman sosial Facebook.

Akel Zainal difahamkan adalah bekas pemuzik sebuah kumpulan rock terkenal tanah air pada 1990-an dan kini berada di Syria untuk menyertai perang.

Ayub berkata, Akel dipercayai giat menyasarkan gadis dan wanita Melayu khususnya pelajar institusi pengajian tinggi tempatan untuk direkrut ke Syria.

"Apa yang membimbangkan: bayangkan hanya melalui Facebook, dia boleh tarik Syamimi tinggalkan keluarga dan mereka boleh atur untuk pergi ke rumah Syamimi untuk bawa ke lapangan terbang," kata Ayub.

Beliau berkata, sejak polis mengesan penglibatan rakyat Malaysia dalam perjuangan militan di negara Syria yang bergolak itu, seramai lima orang telah maut dan enam cedera.

Setakat ini, sebanyak 22 rakyat Malaysia termasuk 3 wanita dikesan berada di Syria menyertai kumpulan militan, manakala 23 individu lagi telah ditahan selepas dipercayai terbabit dengan kumpulan tersebut.
http://www.astroawani.com/news/show/polis-sahkan-bekas-pelajar-kuis-terlibat-is-45901

#siannya minah ni.xtakut pulk pi zon perang

Reply

Use magic Report


ADVERTISEMENT


Post time 13-10-2014 10:09 AM | Show all posts
Syahid ker mati katak...........
Reply

Use magic Report

Post time 13-10-2014 11:47 AM | Show all posts
tak paham betul lah...
tak kesian ke dengan mak bapak diorang...
Reply

Use magic Report

You have to log in before you can reply Login | Register

Points Rules

 

ADVERTISEMENT



 

ADVERTISEMENT


 


ADVERTISEMENT
Follow Us

ADVERTISEMENT


Mobile|Archiver|Mobile*default|About Us|CariDotMy

1-3-2025 01:15 AM GMT+8 , Processed in 0.161349 second(s), 24 queries , Gzip On, Redis On.

Powered by Discuz! X3.4

Copyright © 2001-2021, Tencent Cloud.

Quick Reply To Top Return to the list